Kontruksi Dakwah Mihwar Daulah

Sesungguhnya dakwah adalah tugas yang amat mulia, tugas warisan para nabi dan rasul. Allah menegaskan :
Siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang berdakwah kepada Allah, mengerjakan amal saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Fushilat : 33)


Di atas fondasi yang kokoh, Islam menuntut ditegakkannya sistem-sistem kehidupan yang telah pula di atur oleh Allah SWT. Mulai dari sistem ekonomi, sosial, politik, pendidikan, militer, juga akhlak. Bangunan bukan terdiri atas fondasi saja, melainkan perlu kelengkapan struktur yang utuh. Inilah kelengkapan bangunan Islam, yakni tegaknya sistem kehidupan yang islami. Sebagai penguat bangunan tersebut, jihad, amar makruf, nahi mungkar, semuanya merupakan kewajiban ad-din yang akan melengkapi dan menyempurnakan bangunan Islam.
Dakwah menuju ketaqwaan tentu saja akan mendapat sambutan dari orang-orang yang menjaga kesucian fitrahnya. Hanya orang-orang yang mengenal Allah ta’ala yang akan mencintai kebenaran dan memperjuangkannya, kendati banyak pula komunitas yang menentangnya. Bahkan Al-Qur’an menyatakan sebagain besarnya :
…akan tetapi sebagian besar manusia tidak mengetahuinya (Yusuf : 40)
Komunitas yang menentang dakwah akan berusaha menggagalkan dengan segala macam cara, baik dengan cara halus maupun cara yang kasar. Baik dengan bujukan, kesenangan duniawi, maupun dengan ancaman, siksaan dan tindak kekerasan lainnya. Para aktivis yang teguh, tegar dan istiqomah akan tetap tsabat, tak terbujuk pleh rayuan dan tak mundur oleh ancaman. Sikap itulah yang dicontohkan oleh imam para aktivis dakwah, yaitu Rasulullah saw.
Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sesungguhnya mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Namun, saat kondisi negara kita sungguh sangat memperihatinkan.
Pada tahun 2003, dana BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)  yang  di selewengkan para konglomerat hitam mencapai 130,6 triliun rupiah. Menurut Kwik Kian Gie, subsidi untuk rekapitulasi perbankan yang tidak akan pernah sehat minimal 4o triliun, kebocoran dana APBN tahun 2003 sebesar 370 triliun dan bisa mencapai lebih dari 20% (74 triliun), pencurian kayu, pencurian ikan serta ekspor pasir gelap sekitar 90 triliun, lalu pajak yang digelapkan sekitar 240 triliun rupiah. Dengan demikian total uang rakyat yang menguap sebesar 444 triliun rupiah, lebih besar dari total APBN tahun 2003.
Disisi lain dampak negatif akibat praktik KKN membuat Indonesia semaik terpuruk. Pada awal tahun 1997 utang luar negeri mencapai US$136 miliar dimana sebagian besar adalah utang pihak swasta. Lebih tragis lagi ialah peningkatan uang domestik yang semula tidak ada, kini menjadi 657,5 triliun rupiah. Beban berat harus ditanggung berkat tekanan kebijakan IMF dan sikap pemerintah yang gamang dalam menata perekonomian nasional. Pergantian kepemimpinan nasional belum memberikan dampak yang menggembirakan bagi upaya pemberantasan KKN.
Pada awal krisis tahun 1997, tercatat angka kemiskinan sebesar 24,2% dan sampai tahun 2000 melonjak menjadi 37%. Mayoritas terdiri atas petani, nelayan, buruh dan pedagang kecil pedesaan. Namun kemiskinan terbesar justru muncul di perkotaan sebagai akibat dari urbanisasi yang tak terkontrol serta PHK.
Angka pengangguran pada tahun 1997 berjumlah 4,1 juta. Pada tahun 2001 meningkat menjadi 98,9 juta angkatan kerja.
Angka putus sekolah untuk tingkat SD dan SMP serta SMA mencapai 5%. Namun di daerah tertentu yang terlanda konflik seperti Aceh, Maluku jumlah itu meningkat tajam.
Problematika lain yang tengah melanda bangsa Indonesia adalah gejala disintrigasi bangsa. Semenjak Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia, pihak-pihak yang menghendaki berpisah dengan Indonesia semakin berani. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kian menguat, Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku juga menghendaki kemerdekaan.
Saat ini kondisi Indoesia pun tak lebih menunjukkan kearah perbaikan yang signifikan. Oleh karena itu tugas para aktivis dakwa tentu sangat besar dan tentu diperlukan amunisi yang besar pula.
Semoga tulisan yang singkat ini akan dapat memberi kontribusi bagi perkembangan dakwah di Indonesia terutama bagi para aktivis dakwah dalam rangka menyongsong tahapan dakwah yakni Mihwar Daulah.

Way Jepara,
Imantoko. R

Subscribe to receive free email updates: