Mesir Terlibat Langsung Penyiksaan Palestina





Kairo – Infopalestina: Dokumen-dokumen keamanan negara Mesir yang berserakan setelah warga Mesir menyerbu berbagai kantor keamanan negara di sejumlah distrik di Mesir, mengungkap informasi serius terkait dengan tahanan Palestina di Mesir, baik yang dibebaskan pada hari-hari meletusnya revoluasi atau yang belum dibebaskan hingga sekarang.



Koresponen Infopalestina berhasil melihat beberapa dokumen tersebut sebelum diserahkan ke Dewan Tinggi Pasukan Bersenjata Mesir, yang dikumpulkan dari orang-orang yang mengambilnya di dalam kantor-kantor keamanan negara.
Hamas Dituduh Terlibat Penghancuran Penjara
Di antara laporan yang dilihat koresponen Infopalestina adalah laporan dengan label “sangat rahasia”. Dokumen ini dikirim ke Ketua Dina Keamanan Negara Mesir, Jenderal Hasan Abdul Rahman pada 29 Januari 2011, setelah terjadi aksi penyerbuan penjara-penjara di Mesir. Laporan ini menyebutkan bahwa “Iran, Hizbullah dan Hamas terlibat aksi kekacauan yang terjadi di penjara dan larinya sebagian besar tahanan dari kelompok-kelompok tersebut dari penjara secara terorganisir melalui orang-orang dan intel-intelnya di Mesir.” Laporan ini menyatakan bahwa di antara tokoh yang lari dari penjara Mesir adalah Sami Syihab dari Hizbullah, kemudian Mu’tashim, Aiman dan puluhan tahanan Palestina lainnya.
Laporan ini menjelaskan bahwa larinya orang-orang tersebut dari penjara Mesir adalah kerugian besar bagi upaya yang sudah dikerahkan oleh dinas keamanan negara Mesir untuk menangkap mereka.
Dokumen lain berisi penyedilikan terhadap sejumlah tahanan Palestina dan sebuah laporan tentang cara dan sarana menghadapi orang-orang Palestina melalui penyiksaan untuk mendapatkan pengakuan dan informasi khusus. Laporan dengan label penting ini disebarkan ke semua kantor keamanan negara, guna mengantisipasi penyambutan sejumlah orang Palestina, di samping mengisyaratkan pentingnya meningkatkan prosedur penyiksaan setelah Hamas menolak menandatangani proposal rekonsiliasi yang diusulkan Mesir.
Kasus Aiman Naufal
Di antara dokumen yang diperoleh oleh koresponen Infopalestina adalah dokumen yang berisi berkas-berkas penyelidikan terhadap petinggi Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Aiman naufal. Dokumen ini berisi pertanyaan-pertanyaan seputar struktur gerakan Hamas dan seberapa besar gerakan ini, juta tentang lokasi penyanderaan serdadu Israel Gilad Shalit serta lokas-lokasi yang dijadikan persembunyian Ismail Haniyah dan Mahmud Zahar secara khusus, selain juga tentang persembunyian dan jalan yang dibuat Hamas untuk menyembunyikan para pemimpinnya saat terhadi serangan terhadap Jalur Gaza, serta jenis senjata yang dimiliki Brigade al Qassam. Dokumen ini dilampiri dengan sebuah laporan yang menyebutkan bahwa tahanan Naufal sulit untuk dikorek keterangan darinya seputar gerakan Hamas, meskipun berbagai bentuk tekanan dilakukan atas dirinya. Dokumen ini juga merekomendasikan agar laporan dan berkas khusus Naufal disampai ke Kepala Keamanan negara untuk dilihat hasilnya.
Sebuah dokumen lain mengungkap tentang sebuah laporan dari sebuah kantor keamanan negara Mesir di Alexandria yang menyebutkan seorang tahanan Palestina bernama Yusuf Abu Zuhri, saudara kandung jurubicara Hamas Dr. Sami Abu Zuhri, meninggal saat pemeriksaan dan interogasi. Korban menjalani pemeriksaan selama 45 menit dengan tekanan – penyiksaan atas dirinya hingga meninggal dunia.
Kerjasama dengan Kedubes
Sebuah dokumen lain mengungkap tentang adanya kerjasama langsung antara keamanan negara Mesir dengan kedutaan besar Palestina di Kairo. Dalam dokumen yang dikirim kedubes Palestina ke kantor keamanan negara Mesir tersebut berisi nama-nama warga Palestina dari Jalur Gaza. Dokumen ini merekomendasikan agar nama-nama tersebut ditangkap dan ditahan begitu masuk ke tanah Mesir karena memiliki hubungan langsung dengan gerakan Hamas. Dokumen tersebut juga berisi proses memudahkan masuknya para perwira Mesir dari keamanan negara secara illegal ke Jalur Gaza untuk melaksanakan “tugas-tugas tertentu” kemudian kembali lagi secara rahasia pula.
Di sisi lain, seorang warga yang berafiliasi kepada gerakan Islam di Mesir, saat berada di sekitar kantor keamanan negara Mesir di kota Nashr, mengatakan bahwa dia disiksa di lokasi ini selama berhari-hari. Dia menegaskan harus disusuri bangunan dan sel-sel isolasi yang ada di dalamnya. Dia menegaskan adanya tahanan Palestina di dalam sel-sel tersebut, yang sudah ditahan selama lebih dari sepuluh tahun.

Subscribe to receive free email updates: