Hypnoteaching

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt yang telah banyak memberi kenikmatan kepada kita semua.

Bapak/Ibu Guru yang mulia. Mungkin pernah terlintas di benak kita sekalian sebuah harapan yang semakin menipis ketika menghadapi anak yang kemampuan akademiknya rendah, semangat hidupnya lemah, belajar tak bergairah serta setumpuk masalah pada anak didik.
Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi anak semacam ini.

Mengawali proses pembelajaran setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri, seluruh dewan guru SMP Islam terpadu Baitul Muslim mendapatkan pelatihan hypnoteaching. Sebuah model pendekatan yang menekankan pada penanaman nilai melalui pikiran alam bawah sadar yang konon memiliki 10.000 kali lebih cepat dan efisien.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu Wilayah Lampung tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari seluruh wilayah Lampung. Awalnya panitia memilih Bapelkes sebagai tempat pelatihan, namun karena jumlah peserta yang terus membludak akhirnya panitia mengalihkan tempat di Hotel Nusantara Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Ketua JSIT Lampung, Askari Chalil, S.Pd, meminta kepada seluruh guru dan Kepala Sekolah untuk terus mengimplementasikan 12 Standar Mutu JSIT agar keberadaan JSIT semakin nampak benderang seperti suluh bagi gelapnya pendidikan yang kusut.

Pihasniwati, S.Psi, P.Si. MCH, CHt, selaku instruktur memaparkan bahwa metode ini sangat bermanfaat untuk meng-amplify kekuatan belajar anak sekaligus mensugesti para guru untuk menemukan energi yang terpendam. Sebuah energi yang sebenarnya kita miliki, hanya membutuhkan sedikit rangsangan dan pelatihan agar kekuatan tersebut dapat berjalan secara optimal.

Teknik yang ia contohkan antara lain pemberian sugesti kepada anak didik pada saat gelombang otak berada posisi Tetha dan Delta. Ringkasnya hypnoteaching adalah kemampuan guru untuk menurunkan gelombang otak siswa untuk berada pada gelombang Tetha sehingga guru dapat menanamkan berbagai informasi jauh lebih lebih cepat.

Lalu, bagaimana cara agar kita dapat menurunkan gelombang tersebut. Sebenarnya dalam keseharian, siswa sering mengalami posisi tersebut namun sayangnya guru kurang responsif bahkan menyia-nyiakannya. Nah, ada beberapa cara yang dapat guru lakukan agar dapat menurunkan posisi gelombang dari posisi Beta, Alpha kemudian Tetha. Berikut beberapa cara yang diajarkan.

1. Antusiaslah
2. Menyamakan gerakan
3. Berikan cerita dan metafora
4. Yelling
5. peraturan tambahan
6. Jam emosi
7. Gunakan kekuatan imajinasi dan sugesti
8. Berikan pertanyaan-pertanyaan ajaib
9. Ajarkan dan puji

Melalui kegiatan ini diharapkan guru memiliki inner motivation, memiliki cara mengajar yang unik, kreatif dan imajinatif dengan menggunakan seni komunikasi untuk mempengaruhi dan mensugesti siswa.

Semoga!

Wassalamu'alaikum

Subscribe to receive free email updates: