Seputar Dinamika Belajar Mengajar Matematika

Pengantar Tentang Matematika
Oleh Adi Hermanto,S.Pd


Guru Bidang Studi Matematika SMPIT Baitul Muslim


Sebagian besar para elit ilmu eksak sepakat bahwa matematika adalah  masa dewasanya logika. Maka dari sini penulis mencoba berpendapat bahwa didalam tubuh matematika ada unsur logika dan berhitung. Jadi ketika dikaitkan dengan bagaimana siswa belajar matematika, hal yang difokuskan adalah keselarasan logika kita dalam mencermati sebuah soal dan ini bisa dikatakannsuatu hal yang paling fundamental atau mendasar dari fokus belajar siswa.


Dari 225 responden siswa Sekolah Menengah Pertama ketika ditanya sudah jelas belum dari penjelasan Bapak guru, sebanyak 206 siswa menjawab sudah. Akan tetapi, setelah diberikan latihan hanya 112 siswa yang dapat menjawab dengan benar. Selanjutnya ketika ditanyakan mengapa masih banyak yang salah, serempak mereka menjawab contoh soal dan latihan berbeda. Padahal sebenarnya masih sama indikatornya. Maka dari sini, dapat disimpulkan ternyata siswa hanya menghafal contoh tanpa memahami konsep berfikir atau dengan kata lain logika berfikrinya tidak berjalan. Maka ini akan berakibat fatal dan tak bermuatan.


Dapat dimaklumi bersama bahwa karakteristik pelajaran eksak dalam hal ini matematika, tidak dapat disamakan dengan palajaran non-eksak tentang ciri ataupun cara mempelajarinya. Kita ambil sebuah sampel pelajaran non-eksak dapat dipelajari mulai dari Bab manapun tanpa harus sistematik. Kalaupun toh ada hubungan itu tidak tertalu fatal ketika urutannya dibolak-balik dalam mempelajarinya. Tapi untuk matematika harus sistematik. Sebagai contoh; gimana siswa bisa bentuk aljabar sementara siswa belum bisa -7+8. Maka suatu yang perlu diantisipasi guru dan menjadi perhatian yang serius adalah jangan melanjutkan ke bab selanjutnya sebelum para siswa dipastikan faham dengan materi yang disampaikan. Salah satu faktor siswa malas belajar matematika dan sulit belajar matematika adalah ketidakfahaman siswa antara apa yang dijelaskan guru dengan modal ilmu yang dimiliki siswa. Dan yang mengakibatkan ketidakfahaman apa yang dijelaskan guru guru adalah ada modal ilmu yang seharusnya dikuasai siswa terlewatkan.


minim modal > ketidaksamaan suhu siswa dengan guru > malas


Semakin besarkuantitas keminiman modal ilmu pengetahuan siswa akan semakin besar rasa malas siswa untuk belajar. Maka ketika ada malas pada siswa maka disitulah harapan itu akan pupus perlahan-lahan.

Subscribe to receive free email updates: