Apa Kata Mereka Tentang Mentoring

Sebagai salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMP Islam Terpadu Baitul Muslim, kegiatan mentoring mendapat perhatian yang serius dari sekolah. Lalu apakah dengan diwajibkannya kegiatan tersebut, siswa merasa terbebani.


Subhanallah, dari beberapa siswa yang sempat dihubungi, mereka mengungkapkan manfaat  yang langsung mereka rasakan. Hal ini membuat kita semua bergembira. Usia remaja yang cenderung menyukai hal-hal yang glamour, suka meniru dan tidak suka diatur terhapus sudah. Suasana yang hangat, penuh keakraban dan bingkai ukhuwah islamiyah adalah saat yang begitu khas.

Kegiatan mentoring biasa dilaksanakan ditempat yang telah disepakati antara murabbi dan mutarabbi. Umumnya tempat yang dipilih adalah tempat yang nyaman dan jauh dari suasana hiruk pikuk. Waktu yang dipilih pun dapat disesuaikan dengan jadwal kegiatan masing-masing mente (istilah yang dipakai untuk peserta mentoring). Secara umum kegiatan mentoring di SMPIT Baitul Muslim adalah Sabtu pagi. Namun, ada beberapa kelompok mentoring yang melaksanakan liqo' setelah pulang sekolah.


Acara diawali dengan pembukaan dan dimoderatori oleh pembawa acara yang dipilih secara bergantian setiap pekan. Setelah dibuka, satu persatu peserta membaca Al Qur'an secara bergantian. Peserta tenggelam dalam lantunan ayat-ayat suci dan secara reflek akan membetulkan bacaan saudaranya yang kurang tepat. Setelah seluruh peserta membaca Al Qur'an, biasanya halaqah sedikit riuh. Maklum, saat mereka berinfaq ada saja yang meminta uang kembalian. Apalagi jika uang yang mereka kumpulkan adalah lembaran satu-satunya dikantong.


Suasana kembali senyap ketika salah satu peserta memberi taujih khafif (ringan). Tidak jarang tema yang mereka bawakan begitu menyentuh. Dengan bahasa yang sangat sederhana anak-anak remaja itu mencoba untuk menasihati diri mereka sendiri dan tentu juga teman sebayanya dalam halaqah. Terkadang mereka juga tertawa ringan saat temannya yang memberi taujih celingukan dengan materi yang ia bawakan.


Salah satu keunikan mentoring adalah pemberian materi yang disajikan dengan suasana kekinian secara dialogis, up to date, akrab dan terukur berbasis muwashafat. Artinya setelah mendapatkan suatu materi, peserta diharapkan mampu untuk memiliki sifat yang ingin dicapai. Diakhir penyampaian materi murabbi senantiasa mengajak dialog peserta dengan kondisi yang dihadapai oleh peserta. Saking antusisnya tidak jarang peserta bertanya panjang lebar tentang agama Islam dan tidak melulu pada materi yang baru disampaikan. Posisi murabbi sebagai teman, orangtua, komandan sekaligus syaikh sangat menguntungkan dalam membentuk karakter anak.


Dalam masalah tertentu yang dihadapai anak, seorang murabbi juga dapat langsung berkomunikasi dengan orangtua. Menghadapi anak yang lemah dalam sisi ibadah contohnya, akan dapat berjalan dengan efektif bila terjadi komunikasi yang baik antara murabbi dan orangtua.


Lalu, bagaimana cara agar kegiatan mentoring dapat terus berjalan dengan bergairah?


Seorang murabbi dapat melakukan variasi kegiatan dengan rihlah atau rujak party. Untuk akhwat tidak jarang para murabbiyah mengajak peserta mentoring untuk membuat kue dan aneka masakan. Menonton juga menjadi salah satu alternatif kegiatan yang disukai peserta. Dan yang tidak kalah seru adalah tabadul hadaya atau tukar kado. Dan jika memungkinkan peserta dapat diajak ke Lembaga Pemasyarakat, Rumah Sakit, Panti Jompo atau tempat-tempat yang dapat membangkitkan kesadaran peserta atas nikmat yang diberikan Allah swt.


Bagaimana dengan materi?


Materi mentoring adalah turunan dari materi tarbiyah. Materi yang telah terbukti mampu membentuk anak-anak muda Islam begitu mencintai agamanya hingga rela berkorban.
Beberapa pendukung kegiatan mentoring antara lain adalah mabit, rihlah, dan tasqif.


Apa komentar mereka yang rutin mengikuti kegiatan pembinaan mentoring?
Berikut komentar beberapa peserta tentang mentoring:



Menambah wawasan tentang Islam. Mempunyai teman baru. Kita bisa menanyakan yang kita tidak tahu (Sabil Al Mujadid).

Materinya bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Bisa jalan-jalan. Belajar infaq / shadaqah. Belajar tentang Islam (Dzaki Fadhullah).

Lebih dapat memahami / mendalami tentang kebersamaa saat mentoring. Dapat menjadikan kita sebagai orang yang lebih mengerti tentang agama Islam dan tema-tema yang lain (Listriasa Jihad Insani)

Ketika mengikuti mentoring saya lebih mengerti terhadap agama dan apa yang saya belum ketahui tentang agama saya jadi tahu dan lebih mengenal Al Qur’an (Gilang Ramadhan).

Menambah wawasan belajar kita (Profin Dicky Ardiyansah).

Menambah pengetahuan tentag agama Islam. Berkumpul bersama teman-teman baru dan membaca Al Qur’an  bergiliran (Ibnu Rino Khoirul Rizal).

Mengurangi hal-hal yang negatif. Menambah pengertian tentang agama (Farhan Abiyu).

Mendapatkan ilmu baru tentang agama Islam serta lebih mengenal teman-teman dan guru yang belum terlalu akrab. (Genta Maulana).

Menambah pengetahuan tentang agama Islam. Memperdalam tentang ilmu agama Islam (Ainul Ma’ruf).

Saat materi kita dapat mengerti terhadap materi yang disampaikan, bisa mengerti tentang cerita agama Islam dan bisa mengamalkannya juga (Ridho Firmansyah).

Menambah pengetahuan tentang agama Islam, menciptakan akhlak yang baik dan menjadikan kita generasi Islam yang baik dimasa datang (M Irfan Mubarak).

Semoga pembentukan karakter dapat terwujud dengan kegiatan mentoring.

Subscribe to receive free email updates: