Islamic Full Day and Boarding School

Program Unggulan: Full Day Reguler - Fokus akademik. Boarding Reguler - Fokus akademik dan diniyah. Boarding Takhasus - Fokus menghafal Al-Quran 30 juz.

Daftar Online Tentang Kami Simulasi Test Soal Test Tahfizh Siswa Reguler Tahfizh Siswa Takhasus

Informasi Terbaru

Wednesday, 31 October 2012

Pekerja Filipina ini Islamkan Ribuan Orang

Pekerja Filipina ini Islamkan Ribuan Orang


Riyadh. Beberapa tahun lalu, Ronaldo, pekerja asing asal Filipina di Riyadh, memeluk Islam. Kini, ia telah mengislamkan 1.000 pekerja asing asal Asia.
“Dahulu, saya menerima Islam setelah memahami ayat suci Al-Quran. Sejak itu, saya pelajari Islam. Alhamdulillah,” kenang dia seperti dikutip arabnews.com, Selasa (30/10).
Dengan dibantu temannya, yang berasal dari Indonesia, ia dengan mudah memahami ajaran Islam. Setelah itu, ia mulai belajar menjadi mubalig. Ia kunjungi perusahaan dan perumahan yang menampung pekerja asing asal Asia. Dari usahanya itu, sebanyak 1.000 pekerja asing asal Asia memeluk Islam.
Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saudi membantu 50 mualaf asal Filipina untuk melaksanakan ritual haji. “Saya kira, banyak warga Filipina telah berusaha keras untuk menyakinkan keluarga dan teman-temannya untuk memeluk Islam. Alhamdulillah, sebagian dari usaha mereka membuahkan hasil,” ungkap Saud Al-Rajhi, koordinator penyelenggara program tersebut.
Al-Rajhi mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan pusat Dakwah di Filipina guna membantu para mualaf terpenuhi kebutuhannya seperti misal buku-buku agama dan bimbingan Islam. “Lebih dari 1.000 mualaf telah berhaji. Program ini kita perluas, harapannya mereka yang belum memenuhi ritual haji dapat melaksanakannya,” kata dia.
Virginia Michael, salah seorang pekerja asing merupakan salah satu yang terpilih untuk menuaikan ritual haji. “Ritual haji memberikan kesempatan pada setiap muslim untuk bertemu dengan saudaranya dari seluruh dunia. Mengenakan bentuk pakaian yang sama, dan beribadah yang sama,” kata dia.




Monday, 29 October 2012

Sekolahku Berkurban

Sekolahku Berkurban

Assalamu'alaikum Sobat... Apa kabar semua. Masih dalam suasana haria raya Idul Adha nih. Pagi tadi sekolah kami SMPIT Baitul Muslim tercinta mengadakan acara rutin tiap kali idul adha tiba. Yaitu berkurban...

Kali ini sekolah kami berkurban satu ekor sapi. Gimana caranya dapet sapi ya? Yup, kami iuran bareng-bareng seluruh siswa. Gurunya juga ikutan lhooo. Akhirnya terkumpullah uang untuk membeli sapi. Dagingnya waktu ditimbang seberat 66 KG. yaah lumayanlah... Yang terpenting adalah melatih siswa untuk berbagi dan menumbuhkan semangat menghidupkan sunnah.

Selain satu ekor sapi, ada juga satu ekor kambing yang dikurbankan. Kambingnya bukan kami yang beli Sobat, tapi ada salah seorang wali murid angkatan ke IV, yaitu Mbak Nadia Nabila Hazwar Sob.

Sebagian daging diolah atau dimasak oleh ibu-ibu guru kita untuk dimakan bersama. Sebagian yang lain dibagikan kepada warga sekitar.

Ini nih Sob... foto sang sapi dan kaambing yang tadi kita sembelih...



Sanpai jumpa di acara kurban tahun depan ya. Hehe... Buat wali murid atau siapapun boleh kalo' mau kurban di SMPIT Baitul Muslim tahun depan.

Sunday, 28 October 2012

Perjalananku Di SMPIT BM

Perjalananku Di SMPIT BM

Oleh: Mutiara Pangestika


 Hai, sobat!!! Namaku Mutiara Pangestika Prayitno, panggil aja Ara. Aku mau cerita sedikit nih tentang pengalamanku se-lama di SMP IT Baitul Muslim, mau tau nggak, baca aja ceri-tanya!!

***

Akhir Juli adalah akhir bulan yang mendebarkan sekaligus menyenangkan untukku. Setelah aku lulus dari SD IT Baitul Muslim, aku memutuskan untuk mendaftarkan diriku di SMP IT Baitul Muslim. Sebelum aku diterima dan masuk sekolah ini aku harus mengikuti tes masuk dulu lo... Mau tau nggak apa saja tesnya, ada ujian tartil Quran, tes wawancara (bagi orang tua), ujian mengerjakan soal, dan lain-lain.
Hari-hari beralu, hari ini adalah hari pengumuman hasil tes!!!!. Waw, aku diterma nggak ya? (pikirku dalam hati) di de-pan papan pengumuman aku mencari-cari namaku, dan....? Alhamdulillaah aku diterima... Yes!!! (seruku dalam hati).
Keesokan harinya, tepatnya pada hari MOS (Masa Orientasi Siswa). Wih, aku bangun pagi-pagi banget, mandi (fyuhhhh dingin berrrrrz), ganti baju, sarapan, lalu berangkat dehh...
Di sana rame banget, ada temen-temen SD-ku dulu. Di sini aku mendapatkan teman baru, yang satu kelas sama aku pada saat MOS saja ada banyak,  misalnya: Nadia Kurniawati, Cindy, Zulfa, Fani (yang sekarang ini satu kelas sama aku), dan masih banyak lagi deh, (capek kalau harus nyebutin namanya satu-satu), dihari terakhir MOS kegiatanya dilakukan di luar seko-lah/OutDoor. Ternyata kegiatanya adalah outbond. Nama pem-bina reguku adalah Kak Rifi, kita outbondnya di Danau Way Jepara lo... Semua game sudah aku jelajahi, dan sekarang tinggal Flying Fox, awalnya sok berani tapi waktu sampai atas, eeeh.... Takut juga, abiss tinggi banget sih, waktu mau didorongin biar bisa meluncur, ehhhh Aku minta turun, tapi nasi sudah men-jadi bubur, aku nggak boleh turun, duuuhh Gimana nihh... Wah,  nanti kalo jatuh terus tali tambangnya putus gimana? aduh... Ya Allah, Bismillahhirohmannirrohim Syuuutttzzz… Wa… fyuhhhh.. Akhirnya sampai bawah juga!!!!. Setelah itu, aku mengambil air wudhu dan sholat berjamaah (walaupun sedikit terlambat). Usai sholat, kami semua pulang ke sekolah, ternyata di sekolah, aku sudah dijemput, yaaaaa... Aku pun pu-lang ke rumah, caapeeeeeekkkk banget... Sampai di rumah, man-di, ganti baju, makan siang dan tidur.

***

Keesokan Harinya
Aku sudah mulai masuk sekolah, ternyata aku masuk ke kelas 7D, di sana awalnya aku sekelas dengan Nadia Kurniawati, teman baruku waktu MOS, tapi ternyata dia salah masuk kelas, harusnya dia di 7A, jadi dia harus pindah ke kelas dia yang sebenarnya, dehhhhh... Padahal kita udah terlanjur dekat.

***

Hari berlalu, dihari karenaval 17 Agustus, awalnya aku ingin berpakaian adat Sunda, tapiiii... Tidak jadi, karena baju adatnya sudah tidak bisa kupakai lagi, alias kekecilan, (yahhhhh… Gak jadi deh…) jadinya aku mengenakan baju Pandu SIT. Lama ba-nget startnya, mana panas lagi!!!.

***

Besoknya waktu bulan puasa, ada acara lomba nasyid, lomba LCT, scrablle, dll. Kebetulan nih, aku ingin ikut nasyid dan akhirnya aku mendaftarkan namaku pada kakak panitianya, tim nasyidnya terdiri dari lima orang yaitu, aku, Dyah Ayu, Ayu Novita, Intan, dan Ismi. Pada saat latihannya sih... Nggak nervous, tapi waktu tampil kayaknya nervous banget.

***

Dihari Lomba
Deggg... Deggg... Deggg... Gimana ya Aduh, takut ner-vous.
nihh... Ternyata benar di panggung kami nervous, yang tadinya pakai gerakan karena nervous gerakannya hilang. Nggak cuma lomba-lomba aja, ternyata sambil mabit juga.
Hari sudah malam sebelum tidur, kami diberi tontonan film tentang  jasa orang tua, gimana nanti kalau orang tuanya sudah tidak ada lagi? banyak siswa-siswa yang menangis (termasuk aku hehehe), setelah kami dinasehati, lalu bersalam-salaman, dan tidur.
Bangun subuh-subuh, lalu kami berkumpul di masjid untuk sholat subuh berjamaah, sebelum sholat kami sahur bersama. Karena sudah selesai semua kegiatan mabit, kami sudah diper-bolehkan pulang, aku pulang bersama Ismi karena orang  tuaku belum menjemputku. Sesampai di rumah nenekku, aku langsung tertidur, karena aku sakit, badanku panas, pusing pula. Un-tungnya besok libur walaupun sebentar.
Hari berlalu, saat hari masuk pun aku masih sakit, jadinya aku harus izin selama lima hari, (jadi ketinggalan banyak pelajaran dan hal yang seru-seru nih...). Waktu aku sudah sembuh, (wa-laupun masih pusing) aku tetap masuk sekolah, tapi aku masuk-nya hari sabtu.

***

Hari-haripun terus berlalu, hari ini ulangan tengah semester, kelasku pindah ke kelas 7A, dan 7A pindah ke lantai atas deh, untung bukan kelasku yang di pindah ke atas, soalnya naik-turun tangganya capekkk...

Ulangan ku lalui dengan senang hati, ya hasilnya lumayan lahh... Nggak mengecewakan juga, tidak mengembirakan yaaa… Biasa-biasa aja lahhh…

***

Setelah lama di 7D, ternyata kami itu mau dirolling (pindah). Awal rollingan, aku nggak kena rolling, tapi setelah rollingan kedua, aku dirolling ke kelas 7C (kelas khusus fullday). Awalnya sih,, sedih and kecewa, tapi lama-lama aku sudah terbiasa, dan merasa enjoy-enjoy aja di kelas baruku itu, malah lebih FUNY di sana (hehehe... Yang di 7D sekarang JUST KIDDING).

***

Lama di 7C (ngak lama sih baru 3 bulanan), sekolahku meng-adakan SuperCamp, menurut informasi sih supercampnya di Plang Hijau, Yeee... Setelahku lihat aku masuk kelompok enam, terdiri dari 10 orang yaitu: Aku, Fatia, Fani, Naura, Tiwi, Farah, Sabrina, Bila, Mega, dan Widia.

***

Dihari Keberangkatan
Perlengkapan pribadi, perlengkapan kelompok, udah dinaikin ke atas mobil truk, tinggal orangnya nih yang belum naik, un-tungnya truk barang ada sendiri, kalo nggak, euuuu... Pasti sempit.
Sampai di lokasinya, langsung menurunkan barang-barang, lalu membuat tenda. Saat membuat tenda kami dibantu Miss Fitri (pembimbing kelompok kami). Setelah itu kami beristirahat di dalam tenda, sekaligus memasang terpal, dan tikar, juga membereskan barang-barang yang kami bawa.
Uuuuuu... Pengap banget, panas lagi , kataku saat masuk tenda.
Iya... Ya... Panas , kata Farah.
Setelah beres, kami harus ke lapangan untuk melakukan apel pembukaan, aku dan anggota kelompokku segera bergegas ke arah lapangan, agar  tidak  terlambat. Setelah semua kelompok berkumpul, barulah upacara dilaksanakan. Baru beberapa menit upacara, aku sudah merasa pusing, dan mual. Aku bingung mau gimana, ke belakang?, takut dibilang manja... Tapi mau gimana lagi, aku harus tetap ke belakang dari pada pingsan (udah jadi tontonan, ngerepotin pula…), untungnya ada Kak Shelly, dia yang menolongku dan mengantarkanku ke kantor guru, di sana aku istirahat, dan disuruh minum madu. Alhamdulillah, abis minum madu langsung agak baikan sedikit, karena sudah agak baikan dan upacaranya juga sudah selesai sekitar lima menit yang lalu.
Aku pulang  ke tenda untuk beristirahat. Walaupun, sudah agak mendingan, aku belum berani ikut kegiatan sore itu, jadinya aku cuma masak aja di tenda, ya buat makan nanti malam.
Sebenernya masakanya masih kurang matang , tapi karena buru-buru kasihan yang tadi ikut game, nanti kelaparan, jadinya ala kadarnya, karena sisa dan nggak enak, ada anak dari tenda sebelah, terus dicobain deh masakanku, kata dia sih enak, terus sama dia dibawa ke tendanya, tau-tau waktu piringnya dipu-langin sudah habis
Hah... Kok bisa habis sih.? padahalkan nggak enak”, kataku.
Enak kok... Dari pada masakan dikelompokku , kata Putri,
Hah...”, ucapku dalam hati.

***

Dihari kedua Supercamp…
Sebenarnya dari kemarin kelompokku kekurangan terpal, tapi baru sempat mencari pinjaman pada hari kedua, di tenda-tenda lain nggak ada pinjaman terpal, untung saja aku punya saudara di dekat situ. Jadi aku bisa meminjam terpal di sana. Alhamdulillah, di sana ada tarpal banyak, jadi aku meminjamnya bisa 2 sekaligus, satu untuk atap dapur, dan satu lagi untuk alasnya, tapi kalau hujan, alasnya di masukan. Pada hari ketiga, alasnya itu dibuat pelapis atap tenda, karena tendaku bocor. Selain tendaku bocor, tendaku juga mau roboh, untung tidak bener-bener roboh, kalau roboh mau tidur dimana...?? (Apa di posko guru..????).
Pada hari terakhir, saat heking kelompokku dapat urutan terakhir, nunggunya capek, dan membosankan lagi... Saat di tengah hutan, di dekat poskonya Bu Dwi, di sana ada pohon tumbang yang lumayan besar, mau nggak mau aku harus manjat pohon itu. Tiba-tiba....... Bruuukkkkk ...... Aku jatuh dari pohon itu, sakitnya Mana jatuhnya kepala duluan lagi, jadinya waktu malam terakhir harusnya aku nonton nasyid, tapi malah harus aku pakai istirahat.
Dimalam itu juga, penyakitku yang udah lama nggak kambuh jadi kambuh, intinya pada malam itu aku mimisan, pusing, dan panas lagi. Untung aja besok sudah pulang pastinyakan nanti naik truk lagi, seperti waktu berangkatnya.

***

Dihari Pulang Supercamp
Ternyata dugaanku semalam itu salah, kita semua (peserta supercamp), harus berjalan dari Plang Hijau sampai Gontor Delapan. Ya Allah... Itu jauh banget... Mana nggak boleh minta bonceng sama guru lagi,  kalau masih kuat. Untung saja ada rombongan yang di barisan belakang, enakan di belakang, bisa santai-satai jalanya. Setelah sampai di Masjid Gontor, aku dan Intan langsung pergi ke kamar mandi, wudhu, lalu sholat dzuhur berdua. Semua yang tersisa naik truk bekas batu-bata, jadinya penuh debu dan kotor, mau tidak mau harus naik, kalau tidak, yaa… Nggak pulang!.
Sesampainya di sekolah, ternyata aku belum dijemput, lama... Nunggu,  belum  dijemput-jemput juga. Untungnya masih ada Alline jadinyakan tidak boriing.
Lin, kamu dijemput jam berapa? , tanyaku kepada Alline,
Nggak tau, kalau kamu jam berapa? , jawab Alline,
Aku sih kemarin minta dijemput jam tiga, abis aku nggak tau jam berapa kita pulangnya. Jadi, aku minta dijemput jam segitu ”, jawabku.
Lama belum dijemput-jemput juga, akhirnya kami diantar guru. Aku sih, diantar Bu Astika, kalau Alline aku nggak tau. Pulang SuperCampkan libur lumayan panjanglah, bisa buat istirahat, buat nonton TV, main, dan sebagainya.

***

Saat hari masuk sekolah
Aduh males banget nih berangkat sekolah, eh tapi begitu di sekolah ternyata lebih enak dari pada di rumah. Nggak boriing (ya walaupun sedikit boriing waktu pelajaran hehehe). Detik berubah menjadi menit, menit menjadi jam, 24 jam berubah menjadi hari, haripun menjadi minggu, begitu pula seterusnya, lama setelah liburan SuperCamp, kepramukaan akhwat menga-dakan outbond. Yeee... Minggu depan outbond...
Seru semuanya. Persiapan-persiapan sudah aku persiapkan, ehhhh ternyata outbondnya, nggak masuk-masuk air nggak seru, ada sih serunya waktu menyebrangi bambu kecil. Dikelompokku kan ada yang berbadan lumayan besar, nungguin dia menyebrang lama banget soalnya dia takut jatuh ke air padahal nggak dalam. Rintangan demi rintangan sudah kami lewati nggak ada kesu-litan, yaa cuma insident satu itu, walaupun nggak masuk air tapi rok pramukaku kotor, kena lumpur coklat-coklat gitu.
Seusai outbond kami  sudah diperbolehkan pulang, karena belum dijemput aku memutuskan jalan (lagian lumayan deket kok). Akhirnya aku, adikku (kebetulan ketemu dijalan), dan Intan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, kami bertiga memutuskan untuk beristirahat, lama setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi, sudah jauh dari tempat kami beristrahat aku merasakan keanehan,
“Yi, bukanya tadi kamu bawa tongkatku, kok nggak ada”, kataku kepada adikku,
Loh mana........???”, kata adikku,
Berarti... Ketinggalan donk , kataku,
”Iya, Ra ketinggalan di dekat kolam. Kan tadi tongkatnya di dekat pohon”, kata Intan,
”Ambil sana!!!!,” kataku
“Iya...” kata adikku,
”Eh... Nggak usahlah udah terlanjur, lagian jauh nggak usah lagian masih bisa diambil besok, kalau masih ada kalau nggak ada ya udahlah ikhlasin aja”, kataku.
Ternyata besoknya, tongkatnya sudah nggak ada, jatuh ke kolam ... Ishhhhh ... Gak apa-apalah lagian sudah jelek juga tongkatnya.

***

Dihari Special
My day special is day of make this cerpen....
Hari saat aku menulis cerpen ini merupakan hari tersibuk buat aku dan temanku yang sama-sama juga menulis cerpen, tentunya cerpen karangan sendiri donkkkk... Kami sampai begadang, terus bangun jam 03.00. Karena aku belum punya flasdisk jadinya aku harus beli dulu, saat aku dan temanku sedang berjalan ke sebuah konter dekat Alfamart, aku dan temanku melihat ada sebuah kardus dan barang-barang bekas di sebuah gang pinggir jalan.
Pasti disitu ada orang gilanya”, kataku kepada temanku.
Baru selesai ngomong, tiba-tiba ada suara orang memanggil-manggil,
Baju putih, baju putih, jilbab coklat, kata seseorang.
Setelah ku tengok ternyata itu OOOORRRANNNNGGG GILLLLAAA......
“Wwwaaaaa...... Orang gila....”, kataku.
Segera saja aku minta tolong kemamang bakso yang ada di depanku...
Karena takut, aku nggak berani pulang lewat jalan itu, akhirnya aku lewat jalan yang sebenarnya lebih jauh... Nggak apa-apalah sekalian ngelanjutin mencari flasdisk. Setelah dapat, aku dan temanku pulang ke rumahku, dan menyimpan cerpen ini di flasdisk, untuk kuberikan ke guruku, Pak Ibnu, beliaulah yang akan membukukan cerpen buatan siswa SMP IT Baitul Musilim, khususnya siswa yang sudah mengikuti sayembara ini.
Sudah dulu cerpen dariku,semoga yang membacanya me-rasakan kepuasan.

Contact

Address:

Jl. Batin Kyai, Labuhan Ratu Satu, Way Jepara, Lampung Timur 34196

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 4pm and Saturday from 7am to 11am

Phone:

0852 6700 5252