Always in My Heart


By: Ramadhina Putri

Teng... Teng... Teng....
Bel pun sudah berbunyi, waktunya aku naik ke lantai 2 untuk membaca doa Al-Ma’tsurat dan sholat dhuha. Perkenalkan nama-ku Putry Delisha Az-Zahra Rahmadhani (nama yang cukup pan-jang buatku), aku biasa di panggil Putry oleh teman, keluarga dan guru-guru. Aku duduk di kelas 7D Abdurahman Bin Auf, aku bersekolah di SMP IT Baitul Muslim, Way Jepara Lampung-Timur. Oya, aku lahir di Metro pada tanggal 07 Mei 1999. Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Aku lahir dari pasangan Nurul Azzahra dan Dhani Alfansyah. Disini aku tinggal di asrama (Ma’had Baitul Muslim), keren kan namanya. Hehehe. Aku tinggal di asrama karena rumahku cukup jauh dari sekolah. Oya, aku tinggal di asrama Fatimah 1, di asramaku ada 12 orang, 8 orang siswa kelas 7 dan sisanya kelas 8. Awalnya sih aku gak akrab banget sama mereka, tapi lama-lama jadi akrab deh.
 Aku kenalin ya anak kelas 7 yang ada di asramaku antara lain: Nabila, Tadzki, Fina, Okta, Isty, Fifah, Mufhida. Dan kelas 8-nya adalah: Kak Lita, Kak Ofi, Kak Ajeng dan Kak Wulan. Mereka adalah teman yang pertama kali aku kenal.
Hari ini adalah hari Rabu, hari ini adalah hari yang serba biru karena dari mulai rok, baju dan kerudung yang aku pakai berwarna biru. Selesai mufrodat, aku segera kembali ke asrama untuk breakfast (ciEehh…) dan bersiap-siap berangkat ke sekolah.
“Apel...Apel...” Teriak teman-temanku yang ada di luar. Aku segera bergegas dan keluar. Fina pun terus menyuruh ku agar cepat ke halaman untuk apel.
“Putry cepetan nanti kamu di iqob (hukum) lho...!!’’ Ujarnya menyuruhku.
‘’Sabar sih Fin, kamu gak liat aku lagi pakek sepatu..!!” Ujarku kesal.
“Ya... Ya... Maaf..!!’’ Ujarnya meminta maaf ke-padaku.
Ku awali hari ini dengan senyuman (cieeehhh…)

Sesampainya di sekolah

Teng... Teng.. Teng...
‘’Masuukkk....!!!!’’ Teriakku sambil berlari ke lantai 2.
Sesampainya di kelas aku langsung menaruh tas dimeja. Setelah itu, seperti biasa yaitu Al-Ma’tsurat dan sholat dhuha. Selesai Al-Ma’tsurat dan sholat dhuha kita semua bergegas untuk melaksanakan tahfizh (menghafal Al-Qur’an). Oya aku salah satu dari 31 siswa 7A Bilal Bin Rabbah, di kelas ini hanya terdapat akhwat (perempuan) saja atau Akwat only. Pembimbing tah-fizhku adalah Ibu Ani Humida. Beliau merupakan wali kelas 7A Bilal Bin Rabbah atau lebih akrab di sapa BBR, pembimbing tahfizh dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (lumayan padet ya jabatannya).
Teng... Teng...
Pelajaran tahfizh pun selesai, saatnya kembali ke kelas untuk menyiapkan buku pelajaran selanjutnya, pelajaran selanjutnya adalah IPS. Hufftttttt... Ngantuk banget nih aku. Beberapa lama kemudian Tadzki bertanya kepadaku.
‘’Putry, kamu udah denger belum tentang rolling kelas itu..??’’ Tanyanya.
Emmmzzzz, rolling kelas? udah..!’’ Jawabku
‘’Kok kamu biasa aja sih, Put..??’’ Tanyanya heran.
‘’Biasa aja lah, kan kelas BBR gak ada rolling..!!’’ Ujarku.
‘’Apa iya? kamu kata siapa..??’’ Tadzki kembali bertanya.
‘’Ya, baru saja aku bertanya sama Bu Ani..” Ujarku.
“HHHOOOORRRRRREEEEEEE...!!!!’’ Jawabnya dengan nada tinggi.
Tidak lama kemudian guru IPS itu menegurku dan Tadzki karena kita dari tadi asik mengobrol.
‘’Putry, Tadzki...!!’’ Ujar guru itu membentak kami. Kamipun hanya bisa duduk dan terdiam.
“ Apa yang kalian obrolkan dari tadi..??’’ Ujar bapak itu.
‘’Emmmzzz itu... Ituu... Pak..’’ Jawabku.
‘’Itu.. Ituapa maksudmu..?’’ Ujar Pak guru IPS itu.
‘’Ngobrolin rolling kelas itu lho Pak...!!’’ Jawabku.
‘’Ya udah, nanti aja ngobrolinnya, kalau istirahat..’’ Ujar Pak Indra (guru IPS).
‘’Ya pak..’’ Ujarku.
Jam pelajaranku telah selesai, waktunya pulang dan sholat ashar berjamaah di masjid.

Keesokkan harinya

‘’Apel...Apel...’’ Teriakku dari luar.
‘’Memang sekarang jam berapa tho Put.??’’ Ujar Nabila.
‘’Jam 7 kurang 10 menit..’’ Jawabku.
Selesai apel, aku berangkat sekolah bersama Tadzki, Fina dan Nabila. Tidak lama kemudian Fina bertanya padaku.
‘’Put,.??’’ Sapanya.
‘’Apa Na..??’’ Jawabku.
‘’Gimana ya kalau kelas BBR rolling ..??’’ Tanyanya.
‘’Kan kita gak rolling, gimana tho kamu..??’’ Jawabku.
‘’Kan aku, tanya bagaimana..??’’ Ujarnya.
‘’Ahhh,, gak tau lah..’’ Jawabku.
Setelah menaruhkan tas, aku segera pergi ke koridor untuk Al-Ma’tsurat dan sholat dhuha. Entah kenapa hari ini aku tidak bersemangat. Setelah sholat dhuha aku dan teman-teman turun untuk tahfizh. Aku meminta izin kepada Bu Ani untuk pergi ke kamar mandi. Aku di temani oleh Fina. Dan Fina pun me-nanyaiku.
‘’Put, kenapa hari ini kamu kelihatan tidak bersemangat..?’’ Tanyanya.
‘’Entah kenapa, aku juga tidak tahu..!!’’ Jawabku.
‘’Ya udah sana cuci muka dulu.!’’ Ujarnya.
‘’Baiklah...’’ Ujarku.
Aku sudah sangat akrab dengan personil BBR, sehingga rasanya bila ada rolling kelas, aku akan bersedih dan menangis. BBR adalah kelas tercintaku, aku tidak rela bila aku harus ke-hilangan satu teman dari BBR.
Teng... Teng... Teng.....
Pelajaran tahfizh pun selesai, aku dan teman-teman kembali ke kelas untuk memulai pelajaran TIK. Di kelas aku terfikir dengan keluargaku yang ada di rumah.  Tidak lama kemudian air mata pun menetes dari mataku dan jatuh di pipi, lalu Nabila menghampiriku.
‘’Mengapa Put, kok menangis...??’’ Tanyanya.
‘’Gak papa, aku teringat dengan keluargaku yang ada di rumah..’’ Jawabku.
‘’Sabar aja ya Put..’’ Ujarnya.
‘’Iya makasih..’’ Jawabku.
Pelejaran TIK telah selesai, sekarang pelajarannya adalah Bahasa Inggris, tapi Miss Fitrinya tidak dapat mengajar, jadi kita belajar sendiri. Aku dan sebagian anak memilih belajar di ruang OSIS. Eh bukannya belajar, tapi pada ngobrol. Tiba-tiba Bu Astika datang dan menyuruh kita masuk kelas. Akhirnya, kami pun masuk kelas.
‘’Assalamualaikum warohmatullahhiwabarokatuh’’ Ujar Bu Astika.
‘’Waalaikumsalam warohmatullahiwabarokatuh’’ Ujar kami.
‘’Anak-anak sebelumnya Ibu meminta maaf kepada kalian’’ ujarnya.
 ‘’Ada apa bu...??’’ Jawab salah satu dari kami.
Kami pun penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Bu Astika. Akhirnya Bu Astika pun menjawab pertanyaan dari salah satu dari kami tadi.
‘’Hasil keputusan rapat, ternyata kelas ini ikut serta rolling kelas.’’ Ujar Bu Astika dengan pelan.
‘’Aaaappppaaaaaaa....!!’’ Ujar kami dengan keras.
Aku pun hanya bisa terdiam di sudut kelas dan air mataku tak bisa ku tahan. Semua anak BBR menangis ketika mendengar pengumuman tersebut.
‘’Bu siapa saja yang akan pindah kelas..??’’ Tanyaku pada Bu astika.
‘’Tadzki, Fina, Afifah, Nisa, Fitrilia dan Putry.’’ Jawabnya.
Tangisku pun terpecahkan ketika namaku pun disebutkan di antara mereka. Salah seorang temanku yaitu Nabila menangis tak henti-henti, karena sahabatnya Tadzki tidak satu kelas lagi dengannya. Hari itu kelasku diwarnai dengan tangisan. Salah satu dari kami pergi untuk memanggil Bu Ani. Kemudian Bu Ani datang, kamipun keluar kelas dan segera menuju ke koridor. Di situ semua anak menangis tidak henti-hentinya. Akupun tak sanggup melihat teman-temanku menangis, aku langsung berlari menuju ke dalam kelas. Bu Ani pun ikut menangis karena melihat semua anak kelasnya menangis. Bu Ani pun menjadi bingung karena tangisan kami pun semakin menjadi. Akhirnya Bu Ani pun bicara.
‘’Ibu juga tidak ingin kalian pergi, tapi itu sudah keputusan bersama dewan guru..’’ Ujar Bu Ani.

Siang harinya

Terdengar suara megafhone yang mengumumkan bahwa Putry, Tadzki, Fina, Fifah, Nisa, Fitrilia dipanggil untuk segera menuju ke kantor. Aku dan teman-teman pun langsung bergegas menuju ke kantor.
“Assalamualaikum..’’ Ujar Nisa.
‘’Walaikumsalam..’’ Jawab Ustad Slamet.
Setelah lama berbincang tentang rolling kelas itu, kami pun kembali ke kelas. Sekarang kami pun sepakat untuk pindah ke kelas 7D Abdurrahman Bin Auf. Besok adalah hari terakhirku ada di kelas 7A.

Keesokkan harinya

Hari ini adalah hari senin, dimana aku memulai suasana baruku di kelas 7D ini. Tetapi aku takkan pernah melupakan ke-nangan indah di kelas 7A BBR, karena 7A always in my heart. Setelah menaruh tas kami pun naik ke lantai 2 untuk Al-Ma’tsurat. Sebelum Al-Ma’tsuratnya di mulai aku masuk ke kelas 7A. Ternyata di dalam Nabila masih menangis karena be-lum bisa menerima keputusan dari pihak guru, yang akan memisahkan Nabila dengan Tadzki. Amah Fitri pun menyuruh kami untuk segera melakukan Al-Ma’tsurat. Selesai Al-Ma’tsurat aku pun turun.

Beberapa bulan kemudian…

Ternyata di kelas 7D ini seru juga lho, gak kalah dengan kelas 7A, lama kelamaan aku senang di kelas 7D. Tapi aku masih ingin kembali ke kelas 7A, tapi kayaknya tidak akan  memungkinkan. Setelah beberapa minggu di kelas 7D ternyata sebentar lagi ada Ulangan Semester ganjil. Jadi, aku harus belajar lebih giat lagi. Dengan bersemangat aku belajar untuk mendapatkan nilai tertinggi. 1 minggu pun telah berlalu. Ulangan Semester pun telah usai. Aku penasaran dengan hasil ulanganku sendiri. Satu per satu nilaiku telah di bagikan, nilai yang cukup memuaskan bagiku. Kata Bu Astika hari sabtu adalah hari pembagian raport, aku pun semakin penasaran. Ternyata hari sabtu itu kita (anak asrama),  juga pulang lho...

Hari Sabtu pun telah datang...
Aku menunggu Ayahku yang akan mengambilkan raportku. Aku menunggu di sekolah sambil berbincang-bincang dengan teman-temanku.
‘’Eh, Tadzki kira-kira yang dapat peringkat 1 siapa ya..??’’ Tanyaku kepada Tadzki.
‘’Katanya Bu Atika sih anak akhwat..’’ Jawabnya.
‘’Emmmbbbb siapa ya, penasaran nih..!!’’ Ujarku.
Eh tiba-tiba ayahku datang dan aku langsung mengham-pirinya.
‘’Ayahhhhh....!!’’ Ujarku kepada Ayahku.
‘’Putry di mana ngambil raportnya..??’’ Tanya Ayahku.
‘’Di kelas deket tangga yah..’’ Jawabku.
Karena ayahku bingung aku langsung menghantarkannya ke dalam kelas. Aku pun disuruh bu Atika untuk mengambilkan raport di kantor.
‘’Tadzki temenin aku ngambil raport di kantor yuk...’’ Ajakku.
Ayukkk..’’ Jawabnya.
Setelah raportnya kami letakkan di atas meja 7D, aku di suruh keluar sama Bu Atika, karena acaranya akan di mulai. Aku mengajak Tadzki keluar. Diluar kami melihat pembagian raportnya dari jendela yang pertama di  sebutkan adalah pering-kat 3.
‘’Peringkat 3-nya adalah.....?????’’ Putry Delisha Azzahra.
Ayahku pun langsung maju untuk tanda tangan dan meng-ambil raport. Setelah semuanya disebutkan yang dapat peringkat pertama adalah Fitrilia. Setelah semuanya selesai aku pun pulang ke rumahku bersama Ayah....
Ini ceritku, Mana cerita mu?

Subscribe to receive free email updates: