Kehidupan Baru

By: Ika Mei Riza


Kring..kring!!!
Jam wekerku berbunyi menunjukkan pukul 04.00. Sebenarnya aku tak terbiasa untuk bangun pagi, karena aku akan mengikuti tes pendaftaran penerimaan siswa baru, salah satu sekolah baru di Way Jepara. Setelah sholat subuh aku pun mandi dengan bersih. Setelah itu aku siapkan barang yang akan aku bawa untuk test pendaftaran. Oo...ya karena sangat sibuknya aku belum me-ngenalkan diriku. Namaku Ika Mei Riza, aku biasa dipanggil ika, aku lahir di Lampung, 26 Mei 1999, orang tuaku bernama Hartono dan Novi Yulianti, orang tuaku merencanakan aku untuk di sekolahkan di  SMP IT Baitul Muslim dan disana aku akan tinggal di asrama. Katanya orang tuaku sih biar aku rajin, mandiri, dan disiplin serta menjadi muslimah se-jati. Wah... Aku bisa betah gak yaa?? Aku sebenar-nya gak mau pisah dari orang tua ku…
Ka..ka..ka...ika..” Panggil Ibu.
Aku pun berjalan menuju pintu kamar ku.
Nak makan dulu yuk!” Ayah sudah me-nung-gu.” Terang Ibu pada ku.
Ya Buk” Jawabku tegas.
Ku datangi ruang makan itu, sudah terlihat Ibu dan Ayah sudah siap menyantap makanan, se-telah makan, ku hampiri Ayah yang sejak tadi sudah selesai makan yang sekarang berada di hala-man rumah.
Ka...sudah siap belum?” Tanya Ayah pa-daku.
”Sudah Ayah”. Kujawab dengan wajah ce-ria.
Ku hampiri Ibu yang berada di depan pintu ru-mah.
Bu aku berangkat dulu ya” Sambil men-cium telapak tangan Ibuku.
”Ya hati-hati ya...Semoga sukses” Jawab Ibu.
Selama ku berjalan menuju mobil, kulam-baik-an tangan. Ku naiki mobil yang di kendarai ayah yang akan menghantarku.  Perjalanan ke se-kolah SMP IT Baitul Muslim, kurang lebihnya 1 jam.
     
***

Sesampainya disana ku melihat bangunan besar berlantai dua, yang bercatkan warna biru. Waww... sekolah ini sungguh menak-jubkan, pikirku dalam hati. Ku memasuki kelas tempat aku akan mengerjakan soal test pendaftaran disekolah ini. Ku duduk ri-ngan.
Dek...Ini makanan dan minumannya” Sapa pa-nitia pene-rimaan siswa baru sambil ter-senyum ke-padaku.
Terima kasih ya mbak..” Suaraku tak ka-lah lembutnya dengan mbak itu hehehe.
Setelah di bagikan soal, aku kerjakan soal itu penuh ketelitian. Di sini test pendaftarannya bu-kan hanya mengerjakan soal, tapi...juga test membaca Al-Qur’an, uhh... Untung saja aku bisa membaca Al-Qur’an, kan aku ikut ngaji di TPA hehehe... Aku be-rada di kelas melaksanakan test pendaftaran ini. Sedangkan ayah di Wawancarai sama guru-guru disini, di tanyakan bagai-mana siapnya anak bersekolah disini, dan lain seba-giannya. Setelah selesai melaksanakan pendaftaran ku datangi ayah, yang sekarang berada di Labo-ratorium IPA. Di tengah perjalanan me-nuju La-boratorium ku menabrak seorang kakak yang me-makai jilbab berwarna merah membawa satu ke-rdus berisi snack. Tiba-tiba.. kardus yang berisi snack itu jatuh dan berhamburan dilan-tai.
“Mba...maaf ya” Kubantu ia memasukkan snack itu kedalam kardus.
Ya gak papa.. dek, emang Adek mau ke-ma-na?” Tanyanya padaku dan beranjak berdiri dan berusaha membawa kardus itu.
Ooo....makasih ya....mbak saya mau ke laboratorium, dimana ya mbak?” Tanyaku pa-danya.
Mbak itu menunjukan bangunan yang meng-hadap ke barat lapangan.
Makasih ya...mba”. Kutinggalkan kakak itu menuju labo-ratorium yang di tunjukan kakak tadi. Sesampainya di labo-ratorium kucari-cari ke-beradaan ayah sekarang. Kutolehkan kekanan dan kekiri, sekarang hadapanku menuju ke arah Bapak-Bapak yang sedang mengobrol dengan guru, yang ternyata itu ayah. Lalu ku hampiri ayah, ku tarik tangannya dan meminta pu-lang sekarang juga.
Ayah segera menuruti apa yang kupinta, anehnya kok malah orang tua yang nurut bukan anaknya hehehe..., Ayah segera menancap gas me-nuju rumahku di Punggur.

***

Sesampainya di rumah, ku segera melaksanakan shalat dzuhur di kamarku. Setelah aku melak-sanakan shalat dzuhur aku di su-ruh Ibu makan siang dan segera tidur siang.

***

Kurang lebihnya 2 bulan aku di rumah, pada hari minggunya aku akan ke Way Jepara, ka-rena aku di terima di SMPIT Baitul Muslim. Pada malam ini juga aku dan Ibu membantu merapikan barang-barang yang aku butuhkan disana. Karena aku akan ting-gal di asrama. Pagi harinya barang-barangku sudah siap dan aku pun siap.
Sesampainya di sana aku di bantu ayah dan ibu mencari dimana letak asrama, ternyata le-taknya tak begitu jauh dari sekolah. Sesampainya di asrama yang berwarna biru, aku, Ibu, dan Ayah mencari dimana letak kamarku, disini ada tiga asrama, Aisyah, Fatimah, dan Khadijah atau yang lebih lengkap nya Khadijah dua. Ku memasuki ka-marku yang ternyata ada anak perempuan dan ibunya yang duduk dikasur bersama barang-ba-rangnya yang hendak dirapikan kelemari yang sudah di sediakan oleh pihak asrama. Ku ber-kenalan dengan anak itu yang ternyata bernama Fatma. Ku mengobrol dengannya sebentar,   setelah itu ayah dan ibu berpamitan pulang. Sebelum pulang ayah dan ibu menitip pesan yang berisi aku harus jaga diri baik-baik, jaga kesehatan dan be-lajar dengan giat, biar bisa banggain Ibu dan Ayah. Pada hari ini juga ku mulai menitikkan air mata, ta-pi ku tahan dengan senyuman selebar mungkin, hehehehe. Ku gak mau orang tuaku sedih, setelah ku ditinggalkan sama Ibu dan Ayah. Aku meng-obrol dengan Fatma, makin siang makin banyak anak datang ke asrama kamarku pun begitu ramai,  bukan hanya aku dan Fatma saja. Ada satu kakak kelas yang sudah datang na-manya Mbak Aziza. Pagi-paginya ku ambil air wudhu. Ku basuhkan ke seluruh tubuh sesuai dengan hukum syari’atnya. Sedangkan dikamar mandi masih ada yang mandi, Mbak Aziza menyuruhku untuk bilang kepada orang yang masih mandi agar cepat, karena adzan sudah di kumandangkan.
”Yang di kamar mandi siapa?” Tanyaku dari luar kamar man-di.
Aku Nana” Jawabnya dari dalam kamar mandi.
”Na, cepetan udah adzan loo” Sahutku ke-padanya.
Oya aku lagi handukan” Jawabnya.
Cepetan ya....” Ku tinggalkan ia sendirian di kamar mandi.
Ku menuju ke koridor asrama. Setelah ku siap, ku berangkat bersama Nindi dan Hani. Menu-rutku sih mereka baik.... tapi aku belum bisa menilai lebih, soalnya aku belum seberapa kenal mereka.
”Nin, Han, asal kamu dari mana..?” Tanya-ku kepada mereka.
Kita dari Bauh Gn Sari, kalau kamu dari mana?” Mereka tanya balik kepada ku.
Aku dari Punggur” Jawabku.
Sesampainya di masjid kami diajarkan se-belum shalat wajib, shalat sunnah terlabih dahulu. Jadi kami sudah terbiasa  untuk shalat sunnah. Walaupun aku jarang banget. Hehehhe... Setelah shalat subuh, kami berbondong-bondong, wahh.. Seperti burung ababil di cerita Abrahah menyerang ka’bah. Wah... wah... Kok sampai ke zaman baho-lek sih!!!.. Hehehe… Sesampainya di asrama kami sibuk membereskan barang-barang yang akan di bawa kesekolah. Di sekolah, kita di MOS ( Masa Orientasi Siswa ). Tapi... Di sini bernama PETA BUMI. Ada baju khusunya, warna biru lagi, apa lagi warna biru adalah my favorite colour. Di se-kolah aku masuk kelas palestina yang dibimbing sama Mbak Safika, Mbak Ningrum, dan Mbak Ci-tra, saat ku sedang termangu, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan,
Al-Ma’tsurat... Al-Ma’tsurat... di koridor cepetan.
Akupun kaget, langsung ku beranjak ber-diri dari tempat dudukku. Dalam rangka ini, kita mempelajari ilmu agama lebih luas, dan juga mem-pelajari ilmu sosial yang sangat luas. Waw.... aku suka ilmu sosial hehehe. Di sini juga disuruh mem-buat yel-yel. Aduh… Aku gak bisa membuat yel-yel lagiii... Kata ku da-lam hati. Untung aja.. Ada a-nak yang bisa membuat yel-yel.

***

Tiba-tiba bel istirahat berbunyi, semua sis-wa keluar dari kelasnya masing-masing, seperti mos-mos pada umumnya kita disuruh minta tanda tangan para panitia.  Waaw... Perlu perju-angan un-tuk mendapatkan itu tak mudah seperti yang aku bayangkan. Ini perlu perjuangan ekstra kuat. Iiih terlalu lebay kaliii... Sebelum kita mendapat tanda tangan mbak panitia kita di suruh-suruh dulu, misalnya di suruh nyari mbak siapa gituu... Dan habis itu di suruh mbak itu nemuin mbak yang nyuruh kita. Udah gak kenal, kayak mana mau nyari..!!

***

Setelah sholat dzuhur kami makan, disini makannya di bung-kus dengan kertas nasi dan por-sinya sangatlah banyak. Di suruh ngabisin lagi. Aku menelan ludah dan menatap makanan yang te-pat di hadapanku. Tepatnya banyak yang tidak ha-bis. Lalu nasi itu secara diam-diam banyak yang membuangnya. Ada juga yang sampai-sampai di paksa, karena ia gak mau makan. Aku tertawa me-lihat anak yang di paksa-paksa suruh makan. Setelah ku lihat nasiku ternyata masih banyak dan kurasa, aku sudah kenyang, perutku sudah tak mampu lagi menampungnya. Aku berjalan secara diam-diam. Ku  masukkan bungkus nasi itu ke ko-tak sampah, hehehe...... Setelah itu aku duduk di bangkuku sambil merasakan penuhnya perut ini.
Masa mos ini seperti pada umumnya hanya seminggu saja. Dan hari ketujuhnya kami akan jalan-jalan atau disini juga bisa disebut ‘rihlah dalam bahasa Arab yang berarti jalan-jalan. Waktu pulang pun telah tiba, kami berbondong-bondong menuju asrama, ada yang berlari dan ada pula yang berjalan dengan santai.   

***

Sampai di asrama aku tidur-tiduran di lan-tai bersama teman-teman sambil ngobrol dan nge-mil makanan ringan yang ku bawa. Giliran man-diku tiba aku sambar handuk biru dan alat mandiku yang berwarna pink, setelah itu aku mandi. Tiba-tiba dari luar seperti ada yang memanggilku,
“Ka... ka… ka… Ika… Lagi apa? Cepetan sih!” Pintanya padaku.
Aku menjawab dari dalam Ya.. Sebentar la-gi...”
Sesudah mandi aku melihat ada seseorang kakak kelas lagi yang bernama Mbak Dinda, kelihatanya sih baik, ku langsung ngobrol-ngobrol dengannya.. Dia juga langsung mengajakku ke a-srama atas untuk membantu mengambil barang-ba-rangnya. Tetapi tidak jadi… Dia sudah meng-ajak salah satu temannya. Selesai ku mengobrol dengan Mbak Dinda, ku melihat keluar kamar ternyata ma-kanannya sudah di ambil. Kemudian ku ambil pi-ringku, porsi makanku lumayan banyak tapi aku tak tumbuh ke samping (gemuk), melainkan tum-buh keatas (tinggi).. Hehehe... Diantara teman-te-manku, aku termasuk tinggi, walaupun ada yang lebih tinggi, dia namanya Chacha, dan A-lline.

***

Seminggu kemudian berlalau bersama ling-kungan baruku, dengan suasana baru bersama teman-teman baru, yaitu suasana di Ma’had Baitul Muslim. Hari minggu pun tiba, ini adalah hari terakhir kami MOS dan pada hari ini juga kami akan jalan-jalan (rihlah). Waw Sepertinya seru nih!. Soalnya kita mau jalan-jalan ke Danau Way Jepara, fikirku yang sedang bersama teman-teman yang nampaknya amat senang.
Rihlah ini memang seru kok!! Asyik, me-nyenangkan, happy, dan  fressh.. Tapi juga sangat melelahkan, dan capek, karena kami banyak yang jatuh sakit. Tapi, ini termasuk pengalaman yang seru dan menyenangkan, yaitu di masa MOS tahun ajaran 2011-2012 di SMPIT Baitul Muslim. I’am verry happy with my story in ma’had BM... Hehehehe...

Subscribe to receive free email updates: