Kisah Tak Berawal


Oleh : Aulia Sabrina Putri

Hai.. Amzila Imza, kerap dipanggil Ila. Aku lahir pada tanggal 09 Maret 2000 (masih muda,kan?). Umurku masih berjalan 12 tahun. Aku sekarang sedang duduk di kelas VII SMP. Aku bersekolah di SMPIT Baitul Muslim. Di SMP ini, Aku mempunyai lumayan banyak pengalaman.

***

Hari ini adalah hari kamis, Aku dan Ibuku berencana untuk mendaftar ke SMP.Ya, akhirnya hari ini Aku tidak berangkat ke sekolah. Aku mulai perjalanan dengan Ibuku. Aku dan Ibuku pergi ke SMP yang jauh dari rumah, untuk mendaftar. Saat itu, Aku belum terfikir sedikitpun tentang sekolah baruku. Lelah sekali perjalanan ini. Akhirnya Aku beristirahat sejenak di sebuah fotocopyan. Aku teringat bahwa Aku belum mengcopy raport SD-ku. Untunglah, Aku membawa raport asliku. Sampailah Aku di SMPIT Baitul Muslim itu. Sempat terlintas di benakku. Aku akan bersekolah di SMP ini, sekolah yang jauh dari orang tuaku, dan Aku akan mendapat teman-teman baru. Senangnya Aku saat mendaftar di SMP ini. Ketika Aku mendaftar, Aku mengisi formulir dan Aku diberi kartu PSB (Peserta Siswa Baru). Aku mendapatkan nomor 0010.

***

Tes Masuk SMP…

Dag.. Dig.. Dug.. Wah, banyak sekali teman-teman disini. Aku memasuki ruangan yang telah disediakan. Aku test disini tidak sendiri tetapi bersama delapan temanku. Saat test Aku mengerjakan soal dan test baca Al-Qur’an. Yuph!!! Kini gili-ranku untuk test membaca Al-Qur’an. Yeach… Agak bingung sich karena tidak terbiasa dengan guru lain walau akhirnya jadi guruku juga. Satu hari, dua hari, lima hati, satu minggu kemu-dian….
”Ila, kita semua lulus test.” Ujar seorang tamanku yang melihatnya di situs internet.
”Alhamdulillah.” Jawabku secara singkat, padat dan jelas.

***

7 Juli 2011, inilah hari pertamaku masuk asrama. Senang, sedih, bingung, penasaran… Itulah perasaanku saat ini. Seperti biasa, ada fikiran yang terlintas dibenakku, masuk asrama, jauh dari orang tua, teman baru, aadduuhh… Aku semakin takut. Aku sudah menemukan asramaku, yahh ternyata Aku sekamar dengan teman SD-ku dulu. Kubaca nama-nama yang ditempel di dipan. ”Ryla Fitrilia”. Dialah teman SD-ku. Kulanjutkan membaca nama-namanya ”Nazwa Fikriliani”. Itulah nama yang terletak diatas dipanku, nama yang terletak di dipan lain ada “Nadyya Septyana”, “Poppy Anita”, dan “Melia Mawaddah”. Aku semakin bingung, siapa dan bagaimana sifat mereka. Ahhhh… Sudahlah tidak terlalu penting untuk di fikirkan, nanti juga kuakan kenal dengan mereka. Aku tata pakaian dan barang-barang yang ku bawa. Karena masih baru, Aku tidak tau cara menatanya.Ya sudahlah, Ibuku saja yang menatanya hehehe, maklum…!!!. Selang beberapa waktu, beress!!! Clinkk lemariku sudah tertata dengan rapi.

***

Teman-teman, sebenarnya banyak yang ingin Aku ceritakan pada kalian.Tapi, berhubung waktunya singkat, jadi Aku tidak bisa menceritakan semua ya kawan… Ok!!!
Aku akan memulai cerita tentang pengalamanku selama di asrama.Ya, bosen-bosen gimana, gitu???
O, ya, teman, ada enak dan tidaknya lho. Teman-teman mau tau gak enaknya apa? Ni ya Aku kasih tau, enaknya itu kita bisa mandiri, rajin beribadah, nambah hafalan, punya banyak teman, terus, kalau misalnya waktu libur atau waktu pulang tiba, pasti semua anak asrama jingkrak-jingkrak. Dan kalau orang tua kita jengukin kita di asrama, duuh, seneng banget tuh, kita bakalan ditinggalin jajan atau oleh-oleh, uang tambahan dan seperti biasa kita di ajak jalan-jalan. Aku mau cerita nih sama kalian, selama Aku jadi anak asrama, pertamanya sich sedih (Aku nangis terus..) karena ngerasaa kesepian, gak bebas, gak biasa nonton tv, smsan, dan lain-lain. Tapi, kalau lama kelamaan Aku jadi betah. Semua perasaan itu hilang. Aku kira Aku gak bisa berkomunikasi sama orang tuaku, ternyata bisa. Jadi, setiap hari minggu atau luang Aku selalu menghubungi orang tuaku menggunakan handphone ustadz atau ustadzah. Memang bukan hal yang mudah untuk meminjam handphone, karena Aku harus mengantri dengan yang lainnya.

***
       
Sebulan telah berlalu. Aku sudah merasa betah di asrama. Oh, ya, teman-teman, selama Aku di asrama, Aku tidak membawa uang saku sendiri. Uang sakunya dititipkan ke guru. Kalau kita mau meminta uang saku, mungkin setiap malam ada petugas piket yang mencatat. Yah.. Begitulah teman. Namanya hidup di asrama, pasti banyak jadwal piketnya. Tapi, kalau kita minta uang saku ada batasnya loh..! Kita hanya bisa meminta Rp.3000/hari, tapi bisa kok minta lebih. Tapi, harus memberi alasan yang pasti dan juga jujur loch. Mungkin Aku minta lebih dari 3000 hanya hari minggu, karena biasaanya Aku dan teman-temanku pergi ke pasar untuk membeli keperluan yang di butuhkan.

***

Tinggal di asrama tidak selalu lancar begitu saja, pasti kita memiliki konflik dengan teman kita. Aku pernah mengalami-nya. Mungkin sebabnya hanya hal sepele saja, seperti antrian mandi, meminjam sandal, piket rantang, dan hal lainnya. Memang hal sepele, tapi saat itu Aku dan yang lainnya sedang emosi, santriwati berbeda dengan santriwan. Seperti biasa hobinya akhwat adalah gosip, sedangkan ikhwan punya masalah langsung saja TO THE POINT. Sudahlah tidak usah di bahas lagi tentang perbedaan ikhwan dengan akhwat. Pasti tidak akan selesai hehehe… Kembali ke konflik Aku dan temanku. Mungkin Aku memiliki sifat pemarah. Jadi, apabila ada suata hal yang menurutku tidak sesuai keinginanku, Aku bisa marah seperti bom saja. Hati-hati tuh, just kidding. Ok. Aku punya pengalaman nich. Tentang masalah dengan temanku. Menyebal-kan sekali, temanku itu orangnya tidak disiplin.                     
Setiap Aku memperingatinya, pasti dia tidak pernah mendengarkanku alias mengabaikan. Wajar saja kalau Aku marah padanya. Kadang-kadang Aku menangis, karena Aku merasa kecewa dengannya. Karena Akupun sudah terlalu lelah bertengkar akhirnya Aku menulis surat untuknya. Yang bertuliskan permintaan pertemanan, permohonan maaf, dan sekalian tambahannya yakni curhat.

***

Setelah Aku kirim surat pertamAku padanya. Ternyata semua pernyataanku salah dan berbeda dengan apa yang kufikirkan. Aku dan dia tetap saja marahan,  kadang-kadang, adu mulut. Duhhh, lelahnya diriku kalau selalu begini. Pagi, siang, sore, malam, dan setiap Aku dan dia bersama, pasti ribut. Hadduuuhh, sampai-sampai orang yang ada disekitarku risih mendengarnya. Jangankan orang-orang sekitarku, Aku sendiri aja risih hehehehehe. Maklumlah.

Selang beberapa minggu hari liburpun tiba. Waktu berlalu, saat Aku pulang ke asrama, Aku telat karena Aku masih demam Aku dikejutkan dengan berita heboh menyangkut Tyas, dia temanku. Karena terlalu terkejut, spontan Aku meminta temanku untuk menceritakan kejadiannya. Setelah Aku mendengar informasi itu, beberapa hari kemudian terjadi konflik di antara kami.

***

Cukup sudah Aku merasakan semuanya, tiada hari tanpa bertengkar akhirnya Aku mengirim surat untuk Tyas. Tetapi,Tyas belum mau memaafkanku. Aku tetap meminta maaf kepada Tyas. Bagaimanapun caranya Aku harus terus berusaha untuk mendapatkan maaf dari Tyas. Huufftt… Lumayan sulit nich. Tidak semudah yang Aku bayangkan. Aku terus berusaha meminta maaf  dan terus mengirimkan surat padanya. Akhirnya Aku berhasil mendapatkan maaf darinya. Mulai saat itu, sekarang, dan selamanya Aku bersahabat dengan Tyas. Ini kisah persahabatanku! Bagaimana kisah persahabatan kalian?. Sempatkan waktu kalian untuk menceritakan kisah kalian kepadaku.
O, ya, teman, Aku mau cerita nich tentang hafalan atau tahfizh. Yaps, selain bercita-cita sebagai penulis dan ahli mote-orologi geofisika. Aku juga bercita-cita menjadi Hafizhah. Memang bukan hal yang mudah untuk menghafal Al-Qur’an. Saat pertama kali tahfizh di asrama, hafalanku dari SD tidah terlalu banyak. Saat di SD, Aku baru menyelesaikan satu juz yaitu juz 30. ketika Aku masuk SMP, Aku harus mangulang hafalanku dari awal. Ya sudah,Aku menghafal dan terus menghafal. Namun, semangatku naik turun, ketika bulan Juli Aku hanya mencapai 23 baris, Agustus tidak ada hafalan sama sekali, September 40 baris. Mulai dari bulan oktober, semangat-ku memuncak,mencapai 100 baris lebih. Selanjutnya bulan November, penurunan semangat terjadi padAku.
Tahun barupun tiba Aku memotifasi diriku untuk lebih semangat dalam menghafal, bulan Januari Aku mencapai 106 baris dan bulan Februari Aku bisa melebihi target hafalanku. Aku sangat berterimakasih kepada Allah SWT, orang tuaku, dan guru juga teman-temanku. Saat ini Aku sedang menghafal surat Al-Hadid yang terletak di juz 27. Walaupun surat ini sulit dan panjang Aku tetap menghafalnya, setidaknya 3 baris setiap sekali menyator.
Cukup sudahlah kawan, cukup sampai disini saja cerita pe-ngalamanku.

Subscribe to receive free email updates: