First Experience in My Birthday

Oleh: Novica Justicia


10 november merupakan tanggal yang amat ditunggu oleh remaja yang bernama Hania. Karena hari itu merupakan hari ulang tahunnya. Hania bersekolah di SMP-IT Baitul Muslim. Se-kolah yang memiliki program Full Day dan Boarding School atau asrama dan non asrama. Di sekolah Hania alias SMP-IT Baitul Muslim ini setiap ada anak muridnya yang berulang tahun, pasti delalu dikerjain sama teman-temannya bahkan gurunya. Hal inilah yang terjadi pula pada Hania.

***

“Ciyee.. yang besok mau ulang tahun…“, sindir Jihan pada Hania.
Enaknya diapain ya??“ , Tanya Lula.
Aduuh, aku jangan dikerjain donk …“, kata Hania.
Lo..lo..lo.. kalau ulang tahun itu harus dikerjain“, Jihan me-nambahi.

***


Sepulang sekolah, Hania masih terus memikirkan perkataan teman-temannya tadi yang mereka bilang akan ngerjain Hania pada hari ulang tahunnya. Hania penasaran plus ngeri juga. Ia bertanya-tanya dalam hati. “aku mau diapain ya besok?”.
Belum lagi tadi  Firyal bilang sama hania kalau mereka sudah menyipakan surprise untuk hania. Aduuh.. Hania jadi tambah bingung nich, gimana kalau besok temen-temen memberi Hania kodok atau cicak, kan Hania paling geli sama kedua binatang itu. Sudahlah liat saja besok.....

***

Tut..tut… bunyi sms itu membangunkan Hania dari tidur-nya.
Uuh.. siapa sih ini?“, keluh Hania seraya menengok ke arah jam dinding di kamarnya.
Ya ampun Jihan ngapain sih jam segini sms, ini kan masih jam dua belas lewat dua menit tengan malam?“, Tanya Hania he-ran.
Belum sempat Hania membuka pesan dari Jihan, tiba-tiba terdenganr nada sms lagi. Dan kali ini sms itu datang dari Lula. Begitu seterusnya Firyal, Salma, Muna, Fahda, dan semua teman Hania yang lain, tentunya teman-teman full day atau non asrama. Setelah Hania membuka sms dari teman-temannya, alangkah terkejutnya Hania karena isi semua smsnya sama yakni HAPPY BIRTHDAY HANIA….. dan beberapa harapan teman-teman Hania yang lain. Hania terharu membaca sms dari teman-temannya itu.
Makasih teman-teman“, bisik Hania dalam hati.
Kalian rela bengun tengan malam demi ngirimin aku sms, you are my best friend“, Hania berkata seraya meneteskan air mata.

***

Keesokan harinya….
“Hania selamat ulang tahun yaa… semoga tambah cantik, pintar,  shalehah, disayang sama Allah dan keluarga. Amien…“, kata Salma pada Hania.
Makasih ya“, balas Hania.
Selamat pagi Hania.. selamat milat ya !!!“, ucap Firyal.
Eh, Hania udah ngerjain PR bahasa Indonesia belum?“, Ta-nya Firyal.
Udah, mau liat?“, tawar Hania.
Boleh…“, jawab Firyal.
Disaat Firyal dan Hania sedang sibuk dengan PR bahasa Indo-nesia tiba-tiba Fahda masuk kelas dan memberhentikan kesi-bukan Firyal dan Hania.
Wow.. ini hari apa ya?  Kayaknya ada yang ulang tahun ni?“, sindir Fahda.
Iih… Fahda…“, kata Hania.
Hehehe… selamat ya Hania“, ujar Fahda.
Iya makasih“, jawab Hania.
Semua teman-teman yang masuk kedalam kelas 7 Fatimah pasti memberikan ucapan selamat ulang tahun  pada Hania ke-cuali Rania. Hania bingung kenapa Rania tidak memberinya uca-pan selamat ulang tahun ya?? Padahal ia dan Rania cukup dekat dan pada saat itu ataupun hari menjelang ulang tahun Hania, me-reka tiak marahan.

***

Disaat pelajaran tahfizh…… yaitu pelajaran menghafal al-quran yang dimana pelajaran ini merupakan program unggulan dan wajib di SMP-IT Baitul Muslim, sekolah Hania.
Kamu udah sampe surat apa Rania?“, Tanya Hania memu-lai pembicaraan.
Al-Hujurat, kamu sendiri apa?“, Rania balik bertanya.
Oh,  kalau aku sih masih surat Ar-Rahman“, jawab Hania.
Dari pembicaraan tadi, Hania berfikir bahwa Rania tidak ada tanda-tanda marah dengan Hania. Di saat Hania sedang meng-hafal surat Ar-Rahman, tiba-tiba Rania memanggil Hania.
Hania, mana katanya kamu mau ngasih aku jajan satu kar-dus?“, Tanya Rania denagn nada yang ketus.
Ha… enggak ah, aku gak pernah ngomong kayak gitu“, ja-wab Hania dengan nada heran.
Jangan sok lupa deh Hania. Kamu senagajakan biar gak jadi ngasih aku jajan“, kata Rania.
Ya Allah Rania, kapan sih aku bilang kayak gitu“, Tanya Hania bingung.
Waktu pelajaran bahasa Arab, kan waktu itu ada kosa kata yang nggak kita tau, terus kamu suruh aku untuk cari di kamus, kan kamu bilang kalau aku bisa nemuin, kamu bakal ngasih aku jajan satu kardus“, jelas Rania panjang lebar.
Iya memang aku nyuruh kamu nyari kosa kata yang nggak kita tau di kamus, tapi imbalannya itu bukan jajan satu kardus tapi aku bakal ngasih kamu  es krim dan janji itupun udah aku tepatin kok“, Hania membela diri.
Enggak Hania, coba deh kamu Tanya Firyal, kan waktu itu dia ada disitu“, pinta Rania.
Firyal emang bener waktu itu aku janji mau ngasih Rania jajan satu kardus? Waktu itu aku cuma janji beliin dia es krim kan? Iyakan Firyal?“, Hania menimpali Firyal dengan beberapa pertanyaan.
Aku lupa Hania“, jawab Firyal.
Huhu… dasar pembohong mana jajan yang kamu janjiin?“, kata Rania pada Hania.
Aku gak pernah janji kayak gitu !!!!“, Hania membeladiri dan tanpa ia rasa, air mata perlahan-lahan jatuh ke pipinya.
Dasar cengeng… masa’ gitu aja nangis“, ledek Rania.
Cukup Rania, cukup. Cuma gara-gara jajan yang nggak pasti, kamu tega gituin temen kamu“, Tanya Hania.
Apa cengeng? Jajan yang nggak pasti?? Itu pasti, kamunya aja yang sok pura-pura lupa“, ledek Rania lagi pada Hania.
Enggak Rania, aku gak pernah janji kayak gitu…“, teriak Hania. Sampai-sampai guru tahfizh pada saat itu kaget.
Hania bingung kenapa Rania seperti itu, cuma gara-gara ja-jan. Dan ia bingung kenapa ia bisa menangis hanya gara-gara hal sepele. Hania merasa pada saat itu air matanya jatuh begitu saja. Akhirnya Hania memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya dan menangis di sana.
Hiks.. hiks.. hiks… kenapa sih di hari ulang tahunku Rania seperti itu?“, tanya Hania pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba Firyal dan Salma menghampiri Hania.
Han, udahlah.. Rania emang kayak gitu, gak usah dimasuk-in hati“, kata Salma menenangkan Hania.
Iya Han, udah dong jangan nangis…“, Firyal menambahi.
Tapi tu Rania….“, Hania menggantungkan perkataannya.
Tiba-tiba......
Awas di kelas 7 Fatimah ada anak cengeng…“, Rania me-nyindir Hania sambil mendekati bangku Hania.
Iih,… Rania udah dong. Kasian tau Hania“, Firyal membela Hania.
Dasar orang gak punya hati“, Hania membentak Rania.
Aku gak punya hati??? Kamu tuh anak cengeng yang tukang bohong..“, kata Rania.
Rania……”, Hania menangis seraya berteriak.
Udah Han, Bu Qinar udah mau dateng“, Salma menyuruh Hania untuk diam.
Hiks.. hiks… kamu sama Firyal sini aja ya, temenin aku“, pinta Hania.
“Iya“, jawab mereka serentak.
Tiba-tiba…
Assalammualaikum anak-anak..“, sapa Bu Qinar.
“Waalaikumsalam Bu“, jawab kami semua.
Eh, Firyal, Salma udah sana ke tempat duduk kalian !!! gak liat apa Bu Qinar udah dateng“, Fahda dan Lula menyuruh Firyal dan Salma dengan sinis.
Iya-iya… mmm…. Han, kita tinggal ya“, kata Salma.
Iya, nggak papa kok, makasih ya“, jawab Hania.
Hania heran dengan Fahda dan Lula. Padahal tadi pagi, mereka baik dan memberikan ucapan happy birthday untuk Hania, tapi kenapa sekarang mereka jadi aneh dan sinis ya?? Hania berfikir bahwa ada yang nggak beres. Tapi pikiran itu sirna karna Hania berfikir lagi bahwa memang benar sikap Fahda dan Lula. Kan Bu Qinar udah datang jadi gak sopan kalau ada murid yang duduk bukan di tempat dududknya.
Hania..“, Bu Qinar membuyarkan lamunan Hania.
Iya Bu, kenapa?“, tanya Hania.
Kenapa kamu nangis?“, Tanya Bu Qinar.
Tau tu bu… biasalah anak cengeng…“, Rania mulai mema-nas-manasi Hania.
Gak papa kok Bu“, Hania menjaab denagn santai.
Baik anak-anak kemarin kan ibu udah nagsih PR ke kalian, nah, sekarang coba angkat PR kalian masing-masing“, perintah Bu Qinar.
 Saat semua teman-teman Hania suah mengangkat PR mereka, Hania masih sibuk mencari-cari PRnya. Tiba-tiba…..
Hania, mana PR kamu? Kamu belum ngerjain ya?“, Tanya Bu Qinar.
Hiks.. hiks… enggak kok bu, saya udah ngerjain…“, jawab Hania yang masih sambil menangis.
Kalau gitu mana buku kamu, kamu bohong yaa???“, Tanya Bu Qinar.
Itu dia bu, saya juga gak tau. Tadi malem saya ngerjain ditemenin sama kakak saya. Dan tadi pagi juga Firyal liat kok PR saya.“, jawab Hania seraya menangis.
Benar Firyal???? “ , Tanya Bu Qinar memastikan.
Iya Bu“, jawab Firyal.
Alah.. Bu … Firyalkan teman baiknya Hania. Pasti dia ban-tuin Hania bohonglah“, Hania mempengaruhi Bu Qinar.
Ka.. kamu bisa diam gak sih??“, bentak Hania pada Rania.
Hania cukup“, Bu Qinar membentak.
Hiks.. hiks.. kalau Ibu gak percaya, bisa tanya sama kakak saya“, Hania menyarankan.
Hania, bisa sajakan, kamu sekongkol sama kakak kamu. Kamu tinggal bilang sama dia, kalau nanti Ibu tanya kakak kamu, dia harus jawab iya“, kata Bu Qinar.
“Enggak Bu..“, jawab Hania.
Udahlah Bu, hukum aja. Namanya juga anak cengeng dan pembohong“, kata Rania.
Rania, apa kamu mau ibu hukum?? Kamu diam saja“, pe-rintah Bu Qinar pada Rania.
Hania bingung, kenapa Bu Qinar jadi tiba-tiba jahat ya?? Tapi lagi-lagi statement itu ia tepis. Ia berfikir bahwa wajar saja Bu Qinar kayak gitu. Kan Hania juga yang salah, gak bisa mem-perlihatkan PRnya pada Bu Qinar.
Baik Hania, sekarang kamu maju dan ceritakan keja-diannya, kenapa buku PR kamu bisa tiba-tiba hilang“, perintah Bu Qinar.
Iya Bu, hiks.. hiks… hiks..“, jawab Hania.
Hania berjalan ke depan dibantu oleh Firyal. Saat Firyal memapahnya, Hania hampir saja pingsan karena terlalu lama menangis. Belum Hania sampai ke depan, lagi-lagi Rania me-ledeknya dengan sebutan ‘anak cengeng dan tukang bohong‘.
Sampainya Hania di depan kelas….
Nah, Hania, sekarang coba kamu jelaskan semuanya diha-dapan temna-teman kamu“, perintah Bu Qinar.
Hiks.. hiks… tadi malam saya ngerjain PR bareng sama kakak saya, hiks.. hiks… saya juga sempet tanya-tanya sesuatu yang gak saya tau sama kakak saya, hiks.. hikss.. dan tadi pagi saya memprlihatkan PR saya pada Firyal, hiks.. hiks.. hiks..“, jawab Hania seraya menyeka air matanya.
Tapi mana buktinya Hania?“, Tanya Bu Qinar.
Saya juga gak tau Bu, saya bingung..“, ujar Hania.
Kamu kenapa nangis Salma, mau di depan juga kayak Hania?“, Tanya Bu Qinar pada Salma.
Enggak Bu, saya sedih liat Hania“, jawab Salma.
Ok.. Firyal coba kamu maju dan katakan sesuatu pada Hania“, perintah Bu Qinar.
 Hania heran, kenapa Firyal disuruh maju ya??
Happy birthday to you… happy birthday to you… happy birthday to you…“, ucap Firyal diikuti teman-teman Hania.
Hania kaget dan langsung duduk tersungkur menahan malu. Dia tidak pernah menyangka kalau hari ini dia akan dikerjain. Karena tadi pagi, semua teman-temannya memberiakn ucapan selamat.
Gimana Hania, seneng gak??“, Tanya Bu Qinar, sambil ter-tawa melihat Hania.
Iihh.. Ibu kok ikut ngerjain sih“, Hania balik bertanya.
Tadinya Ibu juga gak mau, tapi waktu Ibu mau masuk kelas kalian, Ibu dipaksa teman-teman kamu untuk memperlancar rencana mereka“, tutur Bu Qinar.
Maaf ya Hania, oh, ya selamat ulang tahun semoga kamu tambah cantik, pintar, hafalan qurannya banyak, shalehah, di sa-yang Allah dan orang disekeliling kamu, maaf ya aku tadi terlalu jahat“, kata Rania.
Iya makasih Rania, kamu gak jahat kok. Cuma akunya aja yang aneh. Aku sendiri heran kenapa bisa nangis gara-gara hal sepele“, jawab Hania.
Oh, ya, ngomong-ngomong buku kamu di mana Hania?“, Tanya Bu Qinar.
Eh, maaf Hania, lupa. Ini buku kamu“, kata Rania seraya memberikan buku Hania.
Oh, jadi kamu yang ngumpetin buku aku, kapan kamu ngam-bil buku itu dari tas aku?“, Tanya Hania.
Tadi kamu inget gak, yang aku deketin bangku kamu terus aku bilang ada anak cengeng baru di kelas 7 Fatimah. Nah, waktu itu kamu lagi tidak senderan di kursi. Jadi, aku ngubek-ngubek isi tas kamu deh..“, jawab Rania.
Emangnya kamu gak ngerasa Han, oh, ya, kamu sadar gak sih kalau lagi dikerjain“, Tanya Lula.
Tadinya sih, aku udah ngerasa aneh, mulai dari Rania gak ngucapin aku, terus Rania nagih jajan satu kardus, ditambah lagi Bu Qinar yang mendadak jadi kejam. Tapi semua prasangka itu berubah menjadi keyakinan bahwa itu semua wajar. Anehkan?? Jadi, itu seakan-akan Allah ngizinin aku dikerjain“, tutur Hania panjang lebar.
Hahahaha…. Kamu tau gak itu semua udah direncanain lama lho sama Firyal, tapi kalau yang masalah jajan itu sih idenya Ra-nia“, kata Fahda.
Hu… dasar Firyal“, ujar Hania.
Han, kok kamu bisa nangis sih? Padahal tadinya aku kira idenya si Rania itu gak akan berhasil karena kamu gak mung-kun nangis cuma gara-gara hal sepele kayak gitu“, Tanya Firyal pada Hania.
Aku juga gak tau Fir, itu tadi yang aku bilang. Hari ini tuh Allah kayak ngizinin aku untuk dikerjain dengan melancarkan semua rencana kalian“, jawab Hania.
Rabu, 10 november 2010 merupakan hari yang akan Hania selalu kenang dalam hidupnya. Karena merupakan ulang ta-hunnya yang paling bekesan. Ulang tahunnya yang ke-13 itu ada-lah pertama kalinaya ia dikerjain sampe nangis-nangis. Awalnya Hania berfikir bahwa ia kan tau jika teman-temannya akan nger-jain dia karena ciri khas ngerjain anak yang lagi ulang tahun di SMP-IT Baitul Muslim itu pasti yang ada sangkut pautnya sama yang namanya ikhwan atau anak putra. Tapi ternyata Hania salah. Teman-teman Hania lebih pintar dari dirinya. Ia meng-anggap itu semua dilakukan teman-temannya bukan karena mereka benci dengan Hania. Melainkan itu simbol bahwa mereka sayang pada Hania. Jadi, ungkapan rasa sayang itu tidak hanya dengan membuat seseorang tersenyum bahagia, seperti halnya Hania.

Subscribe to receive free email updates: