Suara Yang Mengerikan

Oleh : Astriana FS.


Kring… Kring…
Jam bekerku berbunyi, jam menunjukkan pukul 04.00. Setelah mematikan jam beker, aku pun bergegas turun dari tem-pat tidurku dan mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarku.
“Syahwa… Syahwa cepat mandi!!! Setelah kamu, aku, jangan lama-lama ya.” Ucap Fifa.
“ Yups!!... Friend.”
                                                       
***

Perkenalkan namaku Rania Syahwa Nadifa. Aku lahir di Bandung, 05 januari 1999 (cukup muda,kan!!!). Aku biasa di sapa Syahwa. Tapi, jika di rumah adik-adikku memanggilku Mbak Ina. Aku bersekolah di SMPIT BM (Baitul Muslim). Selama bersekolah di SMPIT BM aku tinggal di asrama, karena jarak antara rumah dengan sekolahku cukup jauh. Mungkin jika dihitung-hitung lamanya satu sampai dua jam.
Malampun tiba, di atas tempat tidurku aku berfikir,
”Sedang apa mereka disana ya????”
Tiba-tiba Fifa menegurku,
”Syahwa, kamu kok belum tidur, besokkan kita harus bangun pagi-pagi.nanti kesiangan loh?”
“Iya-iya bentar lagi juga tidur kok. Tapi aku mau ganti baju dulu ya?” Jawabku sambil melangkah menuju kamar mandi. Setelah selesai mengganti pakaian, aku segera masuk kamar dan menuju tempat tidurku.

***

“Pagi hari ini sepertinya cuacanya bagus, tidak panas mau-pun mendung.” Gumamku dalam hati.
Tiba-tiba, kak Nina memanggilku,
” Syahwa cepat masuk dan makan!”.
”Iya kak.” Jawabku sambil melangkah masuk. Aku langsung mengambil piringku yang berada di rak dan mengambil sarapan pagiku. Setelah selesai, akupun mencuci piring dan bergegas mengambil air wudhu.
Tiba-tiba, terdangar suara,
”DUBRRRAAKKK!!!!”
Akupun terkejut dan mencari dari mana suara itu ber-asal. Ternyata, itu adalah suara Via yang terjatuh di depan pintu kamar mandi karena terpeleset.
”Aduhhh, sakit, Bajuku basah dech. Ihh, nyebelin!!!” Keluh Via.
Aku dan temanku hanya bisa tertawa mendengarnya. Tak terasa sudah pukul 06.30. Akupun bergegas merapikan tempat tidurku. Setelah itu, mangambil buku pelajaran dan Al-Qur’an di atas lemariku. Setelah semuanya siap, akupun memakai sepatu. Hari ini, hari Rabu. Jadi aku memakai baju khas SMP IT BM yang berwarna biru untuk setiap hari Rabu dan Kamis.
Teng… Teng…
Bel masukpun berbunyi, aku, Fifa, dan Via serta teman lain-nya bergegas masuk kelas untuk menaruh tas, setelah menaruh tas kamipun mencari tempat duduk untuk melaksanakan Al-Ma’tsurat. Setelah selesai melaksanakan Al-Ma’tsurat jam pela-jaran yang pertama pun dimulai. Istirahat pun tiba Aku dan Fifah turun melewati tangga kanan. Sedangkan Via melewati tangga kiri. Setelah sampai bawah kamipun mengambil sepatu  dan pergi menuju kantin untuk membeli cemilan.        

***

“Waktunya pulang!” Teriak Fifah, dengan cepat Via pun menarik tanganku dan meninggalkan Fifah.
 “Syahwa…… Syahwa ayo cepat jalannya kita mandi saja dulu, baru mengerjakan tugas yang tadi diberi oleh Miss Natali” Ujar Via.
“Iya deh, ayo masuk! Jawabku sambil menaruh sepatu di rak. Rasa-rasanya ada suara yang aneh, tapi dari mana suara itu berasal. Jangan-jangan asrama ini angker lagi. Hi….hi… serem, gumanku dalam hati.
Akupun mencoba membuang jauh-jauh suara yang tadi kudengar dan bergegas menuju kamar mandi, setelah selesai mandi akupun menaruh handukku dan menggantungkannya kembali ke belakang pintu kamarku.
”Kamar empat makan!” Teriak Tyrta saat kembali dari mengambil makanan di dapur asrama.
Saat makan akupun menceritakan suara yang kudengar tadi kepada Via dan Fifah. Ternyata mereka berdua juga mende-ngarnya. Bahkan seluruh penghuni asrama Aisyahpun juga mendengarnya.
“Ih… Serem! jangan ngomongin suara itu terus dong, kan serem, emang kalian gak takut apa? Nanti malem dihantui baru tahu rasa kalian.” Ujar Fifah seraya menunjukkan muka takut-nya.
Ya, temanku yang satu ini memang penakut orangnya, bahkan dia sebel banget sama hal-hal yang berbau petir, mati lampu, pokoknya hal-hal yang mengejutkan dech.

***

Jam menunjukkan pukul 04.30, akupun bersegera mengam-bil air wudhu dan mengenakan mukena. Setelah selesai akupun berangkat bersama teman-temanku yang lainnya.
Saat pulang dari masjid tiba-tiba,
“Syahwa… Syahwa hari ini kamu dan aku yang piket rantang pagi. Kamu yang ngambil nanti aku yang mengem-balikannya, Ok!”
“Iya deh aku yang mengambilnya.” Jawabku sambil berja-lan.
Setelah mengambil rantang akupun masuk ke asrama.
”Assalamu’alaikum warahmatullai wabarakatuh.” Teriakku sambil menaruh makanan didepan kamarku.
”Wa’alaikum salam.” Jawab yang lainnya.
“Eh… Kamar empat makan, pagi ini kita makan tumis da-ging dan tahu ditambah dengan kerupuk ikan yang lezat.” Jelas-ku panjang lebar.
Tanpa sengaja tangan Tyrta memegang-megang tombol kipas angin yang sudah rusak dan memutar-mutarnya ke kiri dan ke kanan, ke on dan ke off begitu sebaliknya. Dan baru kusadari ketika Tyrta menekan tombol off suara itu tak terdengar lagi ketelinga kami. Akupun meminta Tyrta mengu-langinya sampai beberapa kali sampai Tyrta berkata,
“Ehh, Syahwa kamu ngerjain aku ya, dari tadi masak aku di-suruh muterin tombol yang rusak kayak gitu. Udah ah, aku capek. Aku mau makan dulu.” Keluh Tyrta.
Akupun terus memikirkannya hingga aku menyadari suara itu bukanlah berasal dari makhluk halus atau sejenisnya melainkan suara KIPAS ANGIN. Hahahaha…

Subscribe to receive free email updates: