Super Camp


Oleh: Nadia Fikriati

Seminggu sebelum acara rutinitas SMPIT BM dilakukan, aku dan kawan-kawan beserta siswa dan siswi lainnya, berkum-pul dilapangan.
Oya Namaku Nadhifatu Fikriyah Al-Mumtaz, teman-teman biasa memanggilku Dhifa. Nich aku mau cerita lagi ya.
“Wah..ada apa ya? Apakah akan dibagi regu untuk Super Camp”? Tanyaku kepada Riza.
“Mungkin saja, ayo kita kesana!” Tanya Riza kepadaku.
“Ayo…” Jawabku.
Kamipun pergi kedepan lapangan, tiba-tiba Miss Fitri keluar dari kantor, aku dan kawan-kawan bersiap untuk mengatur strategi agar dapat melihat lebih awal.
“Satu….dua….tiga…!!!” Seru salah seorang temanku.
Aku terhimpit-himpit dan terinjak-injak kakinya. Tapi, akhirnya aku dapat juga giliran.
“Mana, ya namaku?” Tanyaku kepada Riza.
“Iya…namaku juga gak ada” Gumam Riza.
“Apa iya? Ayo kita lapor ke Miss Fitri.” Ajakku kepada Riza.
“Ayo..” Jawab Riza.
“Asalamualaikum”.
“Walaikumsalam” Jawab Miss Fitri
“Begini Miss, aku dan Riza tidak kebagian regu super camp.” Jelasku kepada Miss Fitri.
“O…begitu, nanti akan Miss taruh nama kalian di regu lain.” Jelas Miss kepada aku dan Riza.
“Ok..Miss kita tunggu ya!”
Akhirnya Miss pun keluar dan membawa kertas selebaran yang baru. Aku masuk kedalan regu lima, namanya regu Dahlia. Yang dibimbing dengan Umi Isti, setelah itu kamipun berkum-pul untuk mempersiapkan super camp dan merundingkan apa saja yang akan dibawa saat super camp.
“Wuhh…ternyata super camp ini mengasyikkan dan me-ribetkan ya?” Ujarku kepada Azizah.
Azizah adalah ketua regu kami yang gokil abizzz. Akhirnya hari Kamispun tiba, pagi-pagi sekali aku bangun, mandi dan mempersiapkan apa saja yang akan dibawa. Setelah selesai mandi aku pun bersiap-siap berangkat ke sekolah.

***

Ternyata disekolah sudah ramai sekali dan banyak barang-barang yang menumpuk. Setelah semua siap,kamipun berangkat sambil membawa alat-alat yang diperlukan. Ternyata Umi tidak bisa datang atau ikut kami ke bumi perkemahan Plang Hijau di wilayah Way Kambas.
Mobil truk yang akan membawa kami sudah tiba. Kamipun menaikkan barang-barang kemobil dan bergegas menaiki mobil truk lainnya.
“Ayo cepat naikkan tas, gas, galon, dan yang lainnya, jangan lupa patoknya!” Perintah Azizah kepada kami.
“Ok..dech!!!” Jawab kami serempak.
Akhirnya, aku dan kelompokku naik truk, mulailah perja-lanan kita.

***

Melewati gerbang pertama Way Kambas di daerah Tridatu. Kami bersama regu lainnya, menyanyi bersama walaupun jalan cukup rusak dan banyak guncangan.
“Dubrakkk…Dubrakk!!!” Suara mobil akibat jalan yang rusak.
”Wahhhhh” Teriak semua anak akhwat dengan hebohhnya.
“Ihhh,Lebay banget, sich.” Seru salah seorang kakak kelas.
Kakak kelasku yang satu ini sich orangnya lucu. Tapi, agak galak juga, hehehehehe.
Kami melewati sawah yang panjang dan luas.Daun padinya yang hijau memukau mata kami.
“Wahh,bagus sekali!!!” Ujarku.
“Iya..ya..subhanallah, disana kita gak pernah melihat yang seperti ini kecuali di pedalaman” Ujar salsa padaku.
“Iya, melihat ini mata kita jadi fresh ya?”
“Iya..” Sahut Hasanah padaku.
Ternyata perjalanannya cukup jauh, sehingga kamipun kele-lahan.

***

Sesampainya disana aku bergegas turun dan segera mengam-bil barang-barang.
“Ayo, cepat kita turun” Gumamku.
“Iya, lalu ambil barang-barang kita.” Jawab Kurnia padaku.
“Panggilan kepada semua ketua regu ke kantor sekretariat.” Teriak Bu Ina memanggil ketua regu Super Camp.
“Aduhh…kenapa lagi sich!!” Gerutu Azizah yang baru saja keluar dari mobil.
Akhirnya aku dan kawan-kawan mencari tempat untuk men-dirikan tenda. Lalu, Azizah pun datang.
“Ehh..tempat kita bukan di situ, kita sudah dibagi tempat sendiri-sendiri. Ini punya kelompok empat.” Cegah Azizah pada kami.
“ Lalu, dimana tempatnya???” Tanya Iza kepada Azizah.
“Ya…disebelahnya, donkk!” Jawab Azizah.
“Ooooo…disitu too!!!” Jawab kami serentak.
“Ayo cepat, nanti kita ketinggalan yang lainnya lho!!” Ujar Azizah.
“Ok …Boss.” Sahutku.

***

Akhirnya kamipun memindahkan barang-barang ke tempat kami mau membuat tenda. Setelah selesai kami menyapu daun-daun yang ada dilokasi tenda kami. Namun, kami lupa kalau sapunya ketinggalan. Jadi, kami pinjam dulu dech.
“Eh, pinjam sapunya ya, Wi.” Pinta Azizah kepada Tiwi.
“Iya..pakek aja.” Jawab Tiwi.
“Terimakasih ya, Wi.”
“Ya sama-sama.” Ujar Tiwi.
Setelah selesai menyapu, kamipun mempersiapkan untuk membuat tenda. Aku dan Ria mengambil bambu untuk cagak dan atap tendanya.
“Pak, ambil bambunya tiga bambu, ya?” Tanya Ria kepada seorang bapak yang sedang memotong bambu.
“Iya, dekk ambil aja.”
“Dhifa, kita pilih yang ini aja yuk?” Ajak Ria kepadaku.
“Ya sudah yang penting bagus, ya.” Jawabku.
Setelah itu kami kembali kelokasi tenda.
“Aduhh, berat banget!!!” Keluhku.
“Iya nich, panjang banget sich!!” Sahut Ria.
Sesampainya dilokasi, dan mengeluarkan barang-barang yang diperlukan.
“Ayoo, cepetan!!!” Seru Azizah kepada kami.
“Dhifa ayo cepat jalannya, kita sudah ditunggu lho!” Ujar Ria padaku.
“Aduhhhh!!” Seruku.
“Awassss…” Teriak Ria.
Ternyata aku tersandung batu besar, hampir saja bambu kita yang sangat panjang menabrak tenda regu lain yang sudah mau selesai dibuat.
“Alhamdulillah!!” Seruku.
Sorry ya tadi disuruh cepat?” Pinta azizah kepada kami.
“Iya…gak papa.“ Jawabku.
“Ayo kita mulai membuat.” Sahut Dita.
“Ok..dech”.

***

Akhirnya kamipun menbuat tenda dengan hati yang kurang semamangat, karna hanya regu kami yang tidak ada pem-binanya, sedangkan yang lain dibantu oleh pembinanya. Kami sangat kerepotan, karena kami kurang handal untuk urusan tali-temali, untung saja ada kepala sekolah kita yang baik hati, yaitu Pak Fauzan.
“Pak, tolong sich pak.” Pinta Azizah kepada Pak Fauzan.
“Memang pembina regu kalian siapa?” Tanya Pak Fauzan.
“Umi Isti.” Jawab Fifah.
“Ooo..memangnya Umi kemana?” Tanya Pak Fauzan lagi.
“Umi sedang menjaga anaknya yang sedang sakit.” Jawab Nia.
“Ya sudah sini apa yang mau dibantu?” Tanya Pak Fauzan.
“Gimana Pak cagaknya, gak bisa nancap.” Gumamku.
Akhirnya bambu itupun dipotong dan tanah tempat mau di-masukkannya bambu, dilubangi juga. Lalu, Pak Fauzan mema-sukkan bambunya kelubang itu.

***

Setelah dipasang dengan rapi, kamipun memasang terpal dibawah untuk alas tidur. Terpalnya kurang lebar, jadi pinjam ke kelompok dua, untung aja boleh.
“Khoir, kami boleh pinjam karpet atau terpalnya gak, soal-nya punya kami kurang.” Tanyaku kepada khoir.
“O..ya boleh punyaku malah lebih, tapi yang ini aja ya!” Jawab Khoir sambil memberikan tikar.
Setelah memasang tikar adalagi acara sampai kami tidak mandi. Lalu, shalat dan makan. Malampun tiba, ada lomba LCT. Perwakilan dari kelompok kami ada Azizah, Aul, dan Iza.
Mereka dapat masuk ke final. Tetapi tiba-tiba Azizah tersandung batu sehingga ia terjatuh dan mukanya terkena kerikil-kerikil yang membuat muka dan bibirnya lecet. Untung saja Nia mau menggantikannya. Akhirnya kelompok kami mendapat juara ketiga. Setelah acara selesai kami tidur dan mempersiapkan sholat qiyamulail berjamaah.

***

“Wiu…wiu…wiu….”
Suara sirine mega phone mengagetkanku, aku pun bangun dan bersiap untuk qiyamulail berjamaah.
“Eh…wudhu yuk!” Ajakku kepada Khaulah.
“Iya, tunggu sebentar ya Dif!” Jawab Khaulah.
“Yo...i…. cepet ya!” Perintahku kembali.
“Iya…. Dah siap, yuk!”
Aku berangkat bersama Khaulah menuju sumur, wah ternyata di sana antrianya panjang banget, jadi agak lama. Sampai hampir ketinggalan sholatnya. Aku dan Khaulah pun bersegera untuk ketempat sholat.

***

Setelah selesai sholat qiyamullail, lalu menunggu adzan dan sholat subuh, lalu muraja’ah bersama.Lalu kamipun pergi ke lapangan untuk olahraga. Kami makan dan melakukan banyak aktivitas, sampai tiada waktu untuk beristirahat, pokoknya full sampai malam.
 Malam haripun tiba, aku dan reguku bersiap-siap untuk lomba nasyid, dengan lagu Album Biru. setelah latihan sedikit akhwat dan ikhwan berkumpul didepan kantor sekretariat. Karena disitu kami akan menunjukkan kebolehan kami dalam menyanyi. Tiba-tiba Pembawa acara memanggil nama regu kami.
“Selanjutnya, regu lima akhwat, dipersilahkan……”
Semua memberi tepuk tangan. Kamipun maju dengan sangat grogi, untung saja tidak lupa semua lagunya. Setelah acara selesai, kamipun tertidur, karena besok hari terakhir kami disitu. Dan akan ada ada haking.

***

Pagi pun tiba, aku mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan. Mataharipun telah memancarkan sinarnya yang sangat terang. Semua akhwat dari regu super camp berkumpul dilapangan parkir. Disitu kami di perintahkan untuk menyanyikan yel-yel masing-masing regu. Untung saja regu kami sudah membuat yel-yel, walaupun agak gak nyambung. Setelah itu, kita menyanyikan yel-yel dan membacakan surat Al-Hujurat:11. Lalu kami diperintahkan untuk jalan lagi ke pos dua. Disana ada Miss Fitri, kami pun bermain game disana. Lalu, kami melewati hutan. Ditengah perjalanan, kami bertemu Pak Adi dan kami di test lagi hafalannya, di pos tiga ada Pak Fery dan Pak Jundi, kami diperintahkan untuk merayap melewati Halang Rintang. Setelah kami selesai melaksanakan instruksi, kami bertemu dengan Amah Astika. Kami diperintahkan untuk melempar tangkap bola dan menghitung berapa banyak bola yang ditang-kap.
“Ok, Mah. Intruksi dari regu lima telah selesai” Lapor Azi-zah kepada Amah Astika.
“Ya…laporan saya terima, silahkan menuju ke tempat beri-kutnya” Ujar Amah Astika.
Kami pun berjalan terus walau capai kakinya dan baju penuh lumpur, kami tetap semangat. Setelah itu kami di perintahkan untuk berjalan dilumpur dan melewati tanah yang sangat licin. Setelah sampai di atas kami pun melalui ban yang tergantung di pohon. Dan di pos terakhir muka kami di coleki sabun dan diperintahkan untuk cepat sampai di bumi perkemahan.
“Alhamdulillah”, teriak kami bersama.
“Horeee….akhirnya sampai juga.” Ujar Aul.
Setelah itu kami beres-beres dan bersiap untuk pulang. Tapi sebelum pulang ada pengumuman tentang lomba yang telah di adakan. Ternyata, kami mendapatka tiga juara sekaligus, yaitu:
1.         Lomba LCT juara 3
2.         Lomba Nasyid juara3
3.         Lomba hiking juara 1
Horreee…..”
Kamipun bersorak kegirangan. Ternyata dengan kerja keras ini ada hasilnya juga,walau tidak ada pembinanya, kekurangan tikar, kompor rusak, dan kekurangan lainnya, membuahkan hasil juga.

***

Ini adalah kisah berkesanku selama super camp, semoga tahun depan cerita super campku lebih menarik lagi.
 

Subscribe to receive free email updates: