Cara Membaca Al-Qur'an Berdasarkan Kecepatannya


Oleh: Slamet Setiawan
            Dalam keseharian kita banyak ditemui keragaman dalam membaca Al-Qur’an, terutama dalam hal kecepatannya. Ada yang sangat lambat, ada yang sedang, dan ada yang cepat bahkan sangat cepat. Lalu apakah kesemua cara tersebut dibenarkan? Dan mana jenis bacaan yang paling baik? Para ulama tajwid bersepakat bahwa metode tersebut boleh dilakukan asalkan dengan tidak meninggalkan ketentuan yang telah ditetapkan. Mereka membagi macam-macam cara membaca Al-Qur’an berdasarkan kecepatannya sebagai berikut;

  1. At-Tartiil
Yaitu membaca Al-Qur’an dengan perlahan, tertib, tenang, dan dengan pentadabburan makna ayat yang terkandung disertai dengan penjagaanterhadap hukum-hukum tajwidnya.

  1. At-Tadwiir
Yaitu membaca al-Qur’an dengan cara pertengahan antara perlahan dan cepat disertai dengan penjagaan terhadap hukum-hukum tajwidnya.

  1. Al-Hadr
Yaitu membaca Al-Qur’an dengan cepat disertai penjagaan terhadap hukum-hukum tajwidnya.

Sebagian ulama tajwid menambahkan dengan cara yang ke empat;

  1. At-Tahqiiq
Yaitu membaca Al-Qur’an dengan sangat perlahan lebih perlahan dibandingkan tartil. Metode ini sangat cocok bagi pemula yang sedang mengikuti proses pembelajaran.

Nanum ada beberapa hal yang harus diwaspadai dalam membaca khususnya metode at-tahqiiq dan al-hadr. Adapun dalam metode at-tahqiiq yang harus diwaspadai adalah berlebih-lebihan dalam panjang ghunnah dan mad, serta terlalu mengulur harakat sehingga dikhawatirkan memicu timbulnya huruf baru. Sedangkan dalam metode al-hadr yang harus diwaspadai adalah kurang memberi masa ghunnah dan mad, serta bercampurnya huruf atau kalimat sehingga memberi kerancuan makna. Wallah a’lam.

Subscribe to receive free email updates: