Peretz: Kami Akan Bayar Berapapun Kalau Kudeta Terhadap Mursi Gagal

Presiden Israel, Shimon Peretz mengungkakan kekhawatiranya yang mendalam terkait apa yang ia sebut sebagai “Kembalinya Prahara”. Ia kembali menegaskan dukungan Israel terhadap kudeta Mesir. Sementara Benyamin Netanyahu telah menyiapkan dukunganya, baik secara politik, pendanaan dan dukungan internasional pada tentara Kudeta.


Media Israel menyebutkan, yang menyebabkan Peretz khawatir adalah tidak adanya keyakinan bahwa kudeta Mesir akan suskses menggulingkan Mursi pada akhirnya. Maka ia mengatakan, Israel adalah negara yang paling pertama mendapat imbasnya dari kudeta tersebut.

Peretz menegaskan, akibat minimal dari kudeta ini adalah, putusnya hubungan diplomatik dan terhentinya semua bentuk hubungan keamanan dengan Mesir. Bahkan bisa saja Mesir menarik diri dari kesepakatan Kamp David yang pernah ditanda tanganinya.

Merujuk pada laporan yang dikeluarkan oleh intelijen militer Israel tentang posisi Israel terkait dengan pemakzulan Mursi. Selain itu dapat difahami bahwa laporan dari “Badan Peneliti" di dalam intelijen militer yang disampaikan kepada anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Komite Pertahanan Knesset yang mengungkapkan bahwa antusiasme Israel terhadap keberhasilan kudeta bukan karena kepuasan Israel menyingkirkan kekuasaan Ikhwanul Muslimin, tetapi karena kudeta dapat berwenang menghapuskan laporan digambarkan "soft power", yang bisa bisa menggambarkan keberhasilan demokratisasi Mesir, di bawah naungan Islam.

Laporan menegaskan, keberhasilan kudeta Mesir dan rakyatnya yang menyerah atas hasil kudeta tersebut sangat penting, karena akan memblokade Musim Semi Arab (Arab Spring) dan menjauhkan Israel dari efek negatifnya. Laporan juga menegaskan atas urgensi Israel untuk meyakinkan bangsa Barat bahwa opini umum Mesir sangat positif dalam pemakzulan Mursi dan untuk meningkatkan koalisi militer dengan kalangan liberal, melalui bantuan dana besar untuk Mesir, khususnya saat ini.

Sebagaimana diketahui, Netanyahu tidak pernah menunggu terbitnya laporan ini. saat ini ia sedang konsen kerja sama dengan senator partai Republik di Amerika, Randi Boll untuk membangun dukungan Barat terhadap rencana Marcell terbaru untuk mendukung ekonomi Mesir, paska keberhasilan Kudeta, selain menjamin suksesnya harapan Israel atas perubahan demoratisasi dunia Arab.

Koalisasi Zionis mempertanyakan, apakah Israel akan lebih berani mengkampanyekan gelombang militer ke Gaza dan Hamas menyusul perkembangan terakhir di Mesir ?. hal mana sebagianya berusaha menjawab pertanyaan ini, dengan alasan keamanan dan atas akibat dari rivalnya dengan gerakan Hamas.

Apapun alasanya, sejumlah peneliti di pusat kajian regional Israel berupaya menjawa pertanyaan ini. namun semuanya bermuara bahwa, Zionis tidak terlalu penting memanfaatkan kasus Mesir, bukan hanya karena ia memusuhi Gaza, bahkan walau meningkatnya blokade terhadapnya. Semuanya sepakat bahwa kepentingan setrategis Israel bukan hanya terpojoknya Hamas atau tersungkurnya di dinding atau hanya ada satu pilihan baginya, tetapi juga tidak adanya gerakan yang akan melawan Israel di kawasan, terutama dari musuh-musuhnya. (pip)

http://muslimina.blogspot.com/2013/08/peretz-kami-akan-bayar-berapapun-kalau.html

Subscribe to receive free email updates: