SHOBAHUL KHAIR. [greeting yang berasal dari kaum Majusi]

Posted by Yahya 'Azzam

Shobahul khair, kini ia adalah ungkapan dalam bahasa arab yang dipergunakan untuk menyapa orang lain di waktu pagi. Dalam bahasa Indonesia kita terbiasa mengucapkan : selamat pagi.!

Shobah berarti waktu pagi, dan Khair adalah kebaikan, dan makna dari kalimat tadi secara sempurnanya adalah : semoga pagimu dalam keadan baik.

Umumnya orang akan sangat gembira saat menerima atau disapa dengan ucapan ini : Shobahul Khair Ya Akhi, maka orang yang disapa tadi pun menjawabnya dengan santun : Shobahun Nur Ya Akhi. Kedua orang tadi pun akrab dan dekat, demikian keharmonian bahasa arab, keluwesan dari lisanul hal-native speaker lah yang menjadikan ungkapan ini sebagai wasilah untuk saling akrab nan dekat.

Shobahul Khair dan Shobahun Nur bermaksud untuk saling mendoakan agar selalu berpagi hari dalam keadaan baik.

Tapi, sebenarnya kedua istilah tadi berasal dari kaum pemuja api di Persia, kaum Majusi.

Mereka adalah kaum yang sangat meyakini adanya dua kekuatan yang mendominasi di dunia ini. Kekuatan itu adalah kekuatan kebaikan dan kekuatan keburukan. Dimana kekuatan cahaya sebagai kekuatan kebaikan, dan kegelapan sebagai kekuatan keburukan. Mereka sangat meyakini itu.

Kaum majusi juga menganggap kekuatan cahaya sebagai kekuatan Tuhan, begitu juga kekuatan kegelapan, yang selalu menyertai manusia di mana pun berada, tidaklah manusia luput dari terang benderang karena adanya cahaya, dan gelap gulita karena ketiadaanya. Keduanya adalah kekuatan yang selalu mendominasi kehidupan manusia di dunia ini.

Maka sudah menjadi tradisi mereka pada setiap pagi harinya untuk mengucapkan kalimat ini : ‘Shobahul Khair’, dan dijawab dengan ‘Shobahun Nur’, sebagai bentuk doa dan pengharapan yang mereka panjatkan kepada Tuhan kebaikan, yang tak lain diwakilkan oleh cahaya pagi yang telah menerangi di awal kehidupan mereka pada hari itu.

Itulah tradisi kaum Majusi yang sampai saat ini masih ada dan dipegunakan oleh banyak orang, malah kita orang non-arab (a’jami) seringkali bangga kalau bisa saling mengucapkan sapaan dalam bahasa ini.

Nah, jika ungkapan dalam bahasa arab ini adalah tradisi dari kaum yang tidak perlu kita tiru, lalu apa yang akan kita ucapkan saat bertemu dengan sesama muslim di pagi hari?

Sebenarnya sudah sejak lama ungkapan itu ada dan familiar dengan kita semua. Malahan ungkapan ini bukan hanya budaya yang didawamkan oleh orang arab saja, dan ungkapan ini bermakna ganda : menyapa dengan ramah tamah, menyambung sillaturahim, dan termasuk mendoakan yang disapa.

Ini kalimat lengkapnya :
Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh…

Kalimat ini yang sebenarnya harus kita biasakan setiap pagi hari, bahkan setiap kali bertemu dengan sesama muslim lainya. Bukankah ini ajaran Nabi saw yang sudah ada sejak dulu?!

Biasanya ajaran Nabi saw adalah sebuah tutunan yang mengajak kita kepada keserasian hidup, kepada Allah dan sesama manusia. Dan ungkapan ‘salam’ ini ada agar kita selalu akrab dan dekat dengan muslim lainya, yang dikenal maupun belum.

Pernah Nabi saw berpesan kepada para sahabat : biasakan dan sebar luaskan ucapan salam ini diantara kalian.

Pesan Nabi ini mengandung unsur sunnah, yang jika dilaksanakan berbuah kebaikan.

Maka oleh karenanya, janganlah ragu untuk selalu dan terus mengucapkan salam.

Sumber: fimadani.com

Subscribe to receive free email updates: