Tuesday, 28 January 2014

Untukmu Para Guru, Saudaraku

Akhi ukhti...
Siapakah gerangan diantara kita yang begitu menikmati tilawahnya? Menyesap kebaikan yang Allah janjikan pada setiap pahatan hurufnya. Menyembunyikan rintik airmatanya. Untuk kemudian tertabur buat mereka anak murid kita...
Akhi ukhti...
Siapakah diantara kita yang sentiasa terjaga kesucian jiwa dan raganya? Melalui kemericik air wudhu yang tersedia dimana-mana. Agar redam amarah menghadapi muda-muda yang kita asuh setiap harinya...
Akhi ukhti...
Siapakah gerangan yang rajin berderma setiap hari meski seribu saja? Agar gaji kita yang sekian itu tak menjadikan kita semakin tamak terhadap harta. Agar rakus untuk menuntut berbagai insentif terganti qanaah yang menentramkan...
Akhi ukhti...
Siapakah gerangan yang memperbanyak rakaat dhuhanya? Agar pintu keberkahan langit dan bumi semakin terbuka nyata. Agar pinta mengganti motor kita yang berasap terkabulkan walau harus ditunda hingga kelak didalam surga...
Akhi ukhti...
Siapa gerangan yang bahagia dengan memperpanjang dzikirnya? Agar jiwa yang lelah dengan aneka masalah tentram dipelukan Yang Maha Rahmah...
Akhi ukhti...
Siapakah gerangan yang terus mendoa untuk kebaikan saudaranya? Agar kebersamaan kita di sekolah ini, di asrama ini terus bisa kita semai. Agar suka dan duka kita bisa kita maknai. Berbisik dan membayang wajah saudara terkasih dipagi yang dingin, sore yang indah atau tengah malam yang kelam bersama doa-doa yang rahasia...
Akhi ukhti...
Siapakah gerangan yang terus menghajatkan mati dalam kebaikan? Agar rebah kita, kapan dan bagaimanapun kembali juga kepangkuan-Nya...
Akhi ukhti...
Meski tak selalu kuucap, berilah maaf untukku yang pasti sering khilaf. Karena setiap titik dosa yang kuperbuat Allah siapkan api neraka yang siap menjilat.
Akhi ukhti...
Bimbing aku agar senantiasa dalam iman. Ajari aku cara terbaik untuk berkorban. Tuntun aku agar terus menapak dalam kebaikan. Jangan lelah membersamaiku yang terus kekanakan...
Akhi ukhti...
Kuberitahukan kepadamu, diriku yang terus mendosa punya cita yang terus menyala. Iaitu, ingin mati dalam bersyahadah. Bisa jadi dengan kucuran darah atau berada dibalik selimut merah. Bisa jadi terjerat tali tiang gantungan atau tertembus peluru senapan.
Biarlah kuserah kepada Rabb bagaimana Izrail kelak menjumpaiku, satu harapku, iman masih menyala dalam kalbuku...
Akhi ukhti...
Aku tak tahu siapa kelak yang akan lebih Allah cintai, diriku atau dirimu. Kelak jika Allah terlebih dahulu memanggilku, doakanlah kebaikan atasku. Dan jika Allah lebih mencintaimu terlebih dahulu, panggillah aku dari pintu surga. Mungkin saat itu aku sedang melolong di dasar jahanam karena dosa-dosa yang tak terampunkan.
Bantu aku...
Bantu aku...
Akhukum fillah yang mencintaimu
Imantoko.R

Contact

Address:

Jl. Batin Kyai, Labuhan Ratu Satu, Way Jepara, Lampung Timur 34196

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 4pm and Saturday from 7am to 11am

Phone:

0852 6700 5252