Saturday, 4 October 2014

Rukyat Tanpa Alat, India-Pakistan Idul Adha Tanggal 6 Oktober

telegraph.co.uk

India, Palestina dan Bangladesh baru akan merayakan Idul Adha pada 6 Oktober 2014, saat sebagian negara lain sudah melaksanakannya pada tanggal 4 dan 5 Oktober.

Hal ini disampaikan oleh  Astrofisikawan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) sekaligus anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Prof Thomas Djamaludin.

“India, Pakistan, dan Bangladesh yang paling terakhir merayakan Idul Adha tahun ini,” ujar Prof Thomas yang dikutip dari kompas, Rabu (1/10/2014).

Prof Thomas mengungkapkan, perbedaan jatuhnya hari raya tersebut terjadi karena perbedaan metode pengamatan dan kriteria hilal. Metode dan kriteria yang digunakan di negara-negara Asia Selatan berbeda dengan yang dikenal di Indonesia.

Menurut Prof Thomas, kriteria hilal di India jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Idul Adha dan Idul Fitri ditetapkan dengan pengamatan hilal secara langsung tanpa memakai alat bantu.

Dengan metode itu, hilal cenderung teramati ketika sudah cukup tinggi dan tebal. Konsekuensinya, awal bulan dalam kalender Hijriyah ataupun waktu jatuhnya hari raya lebih akhir dari negara lain.

Yang terjadi tahun ini, India tidak mampu mengamati hilal tanpa alat bantu pada Kamis (25/9/2014) lalu. Itu artinya awal Dzulhijjah ditetapkan pada hari Sabtu (27/10/2014) sehingga Idul Adha akan jatuh pada 6 Oktober 2014.

“Konsekuensinya sehingga ya bulan Zulqaidah-nya digenapkan jadi 30 hari,” kata Ma’rufin Sudibyo, salah seorang Astronom Amatir.

Contact

Address:

Jl. Batin Kyai, Labuhan Ratu Satu, Way Jepara, Lampung Timur 34196

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 4pm and Saturday from 7am to 11am

Phone:

0852 6700 5252