Wednesday, 10 December 2014

CALON MANAJER & DIREKTUR

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal dan berikutnya akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.
Direktur mengetahui bahwa dari CVnya, si pemuda memiliki prestasi akademik yg baik. 
Direktur: apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?
Pemuda: tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."

Direktur memintanya untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.

"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."
"aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."

Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka. Beberapa luka cukup menyakitkan dan ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian yg tersisa untuk ibunya.
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.
Paginya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada bekas air mata di mata sang pemuda. Dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"
"Saya membersihkan tangan ibu dan menyelesaikan cuciannya. Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi. Tanpa ibu, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan tangan sendiri. Saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga".

"Inilah yg saya cari di dalam diri seorang calon manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya.

Contact

Address:

Jl. Batin Kyai, Labuhan Ratu Satu, Way Jepara, Lampung Timur 34196

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 4pm and Saturday from 7am to 11am

Phone:

0852 6700 5252