Mempersiapkan Ruhani

Badan manusia dan segala yang lahir sebenarnya seperti seonggok kayu.Sementara kehidupan lain yang meliputinya tidak lain karena adanya RUH.
''Maha Suci ALLAH,Yang Maha Menyempurnakan segala ciptaanNYA.''
Alam FISIK tidak bisa dibandingkan dengan alam RUH.
Alam ruh lebih besar dan lebih luas,dan tanda-tandanya lebih menakjubkan. Bagaimana jika tubuh ini seperti kayu karena tanpa ruh?
Kemana perginya ilmu pengetahuan,daya pikir,tingkah laku tubuh,kehebatan bersikap dan pemikiran-pemikiran istimewa lainnya.
Bukannya manusia diciptakan sebagai makhluk yang dapat berbicara, melihat, mencintai, melawan kedzoliman, merasa lapar dan kenyang dan sebagainya karena ada ruh di balik tubuh.
Barangsiapa yang mengetahui pendeknya umur,jauhnya perjalanan dan menakutkannya tempat kembali, maka dia akan semangat mengumpulkan kebaikan setiap siang dan malam.
"Segala sesuatu itu mempunyai penyerbukan.Kesedihan itu serbuk yang melahirkan amal sholeh.Tidak ada seseorang yang bersabar atas amal sholeh kecuali dengan kesedihan'' (Malik bin Dinar).
Itulah sebabnya dalam berbagai riwayat disebutkan,mengapa pipi dan mata Umar bin Khatab terdapat garis-garis hitam bekas aliran air matanya.Tak lain tak bukan karena dia selalu menangis dan menghisab dirinya sendiri. Memikirkan apa yang terjadi setelah kematian. Mengkhawatirkan apa yang sudah dipersiapkan untuk memasuki dunia yang tidak diketahui bagaimana keadaannya,setelah mati.
"Seorang mukmin adalah pemimpin bagi dirinya dan dia selalu mengisab dirinya. Sesungguhnya ALLAH akan meringankan hisab di akhirat atas suatu kaum karena hisab yang mereka lakukan di dunia.'' ( Hasan Al Bashri)
Perkuatlah ruhani kita, melebihi dari kekuatan dan kehebatan lahir kita, hiasilah ruhani kita lebih baik dari hiasan lahiriah kita. Yakinlah bahwa keindahan ruhani kita yang akan melahirkan kita kehebatan lahir.
KAMIS yang TETAP OPTIMIS....
mengukir prestasi hanya kepada yang MAHA TINGGI.....
Semoga kita dapat merenungi dan menyadari bahwa penundaan azab ALLAH kepada kita,adalah bukti bahwa Rahmat dan Kasih sayang ALLAH masih jauh lebih luas daripada kemurkaanNYA. Aamiin
Barakallahu fiikum,-

Subscribe to receive free email updates: