5 Tips Cara Menghindari Produk Berlogo Halal Palsu

Selama ini kita telah merasa aman dan lega akan produk makanan-minuman yang kita konsumsi, karena adanya logo halal pada produk tersebut. Namun fenomena yang terjadi saat ini ialah banyaknya produk yang menggunakan logo halal palsu seperti dikutip dari pusathalal.com. Jumlahnya pun amatlah tinggi yaitu mencapai 40 hingga 50 persen.

Berikut ini ialah tips untuk menghindari produk berlogo halal palsu:

1. Pahamilah bahasa dan tulisan pada produk.

Hal ini amatlah penting karena saat ini terjadi pembludakan produk asing yang masuk ke Indonesia yang diragukan kehalal-haramannya. Apabila tulisan dan bahasa tak dapat difahami maka tinggalkanlah produk ini.

2. Perhatikanlah nomor pendaftaran BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Seluruh produk yang beredar di Indonesia diharuskan untuk mendaftarkan kepada badan pemerintah yang berwenang yaitu BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sehingga mendaatkan nomor pendaftaran. Untuk produk pangan industri kecil nomor pendaftarannya adalah berupa MD atau SP, sedangkan kode ML digunakan untuk produk impor. Untuk produk kosmetika lokal diberi kode CD, sedangkan untuk kosmetika produk luar digunakan kode CL. Untuk produk obat tradisional (jamu) lokal digunakan kode TR, sedangkan produk obat tradisional (jamu) impor digunakan kode TL.

3. Telitilah nama produk, produsen dan alamat produksinya.

Karena telah terjadi adanya perusahaan yang  produknya telah bersertifikat halal, lalu perusahaan tersebut memproduksi produk lain di luar negri untuk didatangkan ke Indonesia. Sedangkan sertifikat halal MUI. (Majelis Ulama Indonesia) hanya mengeluarkan sertifikat untuk produk yang diproduksi di Indonesia.

Di lain kasus terdapat sebuah perusahaan yang sudah dikenal masyarakat akan produknya yang halal, lalu perusahaan tersebut memproduksi produk lain yang tidak bersertifikasi halal. Oleh karenanya ketelitian kita dituntut dalam hal ini.

4. Telitilah komposisi bahan atau
Bahan-bahan yang perlu kita kritisi kehalalannya antara lain: emulsifier, stabilizer, shortening, tallow, gelatin dan collagen karena bahan-bahan tersebut ada yang halal dan haram tergantung dari bahan pembuatnya. Sedangkan lard sudah jelas keharamannya karena memang merupakan istilah untuk lemak babi. Juga dengan bahan makanan berkode E334, yang merupakan kode dari L-(+)-tartaric acid yang merupakan hasil samping dari industri wine.

5. Tambahlah pengetahuan anda akan produk halal.

Bisa dengan cara membaca buku-buku fiqih untuk mengetahui apa-apa saja yang diharamkan, juga dengan banyak membaca berita, buku-buku, jurnal-jurnal mengenai bahan-bahan yang terkandung dalam makanan-minuman.

Dengan 5 tips ini mudah-mudahan kita dan keluarga kita dapat terhindar dari mengkonsumsi makanan-minuman yang diharamkan.


Subscribe to receive free email updates: