SMP IT Baitul Muslim Gelar Seminar Parenting untuk Wali Murid



Way Jepara - (22/10/16) SMP Islam Terpadu Baitul Muslim menggelar seminar parenting bagi orang tua siswa sekaligus pembagian hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil 4 - 10 Oktober lalu. Acara digelar di aula lantai tiga gedung sekolah.

Adalah Suprihatin, S.Psi, sebagai pembicara dalam acara tersebut. Seorang psikolog yang juga merupakan salah satu pendidik di SMP IT Baitul Muslim. Beliau menyampaikan pentingnya peranan orang tua dalam mensukseskan pendidikan anak.

"Orang tua punya peran sebagai mitra sekolah dalam mendidik siswa. Karena seorang siswa sudah pasti menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, maka jika orang tua tidak melakukan pendampingan terhadap anak akan rentan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih lagi penanaman karakter di sekolah harus di follow up di luar lingkungan sekolah." Papar Suprih.

Beliau melanjutkan, di era digital saat ini informasi sangat mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Jika tidak ada kontrol dari orang tua, anak sangat berpotensi terjerumus mengakses informasi yang salah, sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap karakter mereka."

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Baitul Muslim, Drs. Hi. Rizal Faizal mengamini bahwa kesuksesan pendidikan generasi unggul harus ada kerjasama antara sekolah dan orang tua.

Di antara catatan penting dalam seminar tersebuat adalah keharusan orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, memahami tahapan perkembangan anak, dan melek teknologi. Dengan itu semua maka orang tua akan mampu menyikapi permasalahan anak dengan bijak.

Lebih lanjut, pemateri mengingatkan orang tua untuk tidak membebaskan anak dengan gadget. Karena dengan kebebasan yang diberikan dapat menyebabkan anak merasa bebas berselancara di dunia maya sehingga sangat mudah baginya untuk mendapatkan segala informasi, termasuk di dalamnya konten-konten pornografi.

Terakhir, para orang tua diingatkan akan bahaya pornografi yang sangat besar. Anak-anak akan menjadi kecanduan yang dapat menimbulkan kerusakan otak. Sehingga outputnya adalah hilangnya semangat belajar, tidak konsentrasi, sulit menerima nasehat baik, percaya diri menurun, dan potensinya tidak berkembang maksimal.

Acara ditutup dengan pembagian hasil UTS di kelas masing-masing dengan dipandu oleh wali kelas.[wf]

Subscribe to receive free email updates: