Griya Quran Baitul Muslim Bentuk Hafalan Mutqin Dengan Tasmi'

Najmi Dhiya Ulhaqq (santri kelas 7) sedang ditasmi' juz 30, Jum'at, 4 Agustus 2017

Way Jepara - Santri Griya Quran Baitul Muslim membentuk hafalan yang kuat/mutqin dengan metode tasmi' dihadapan santri-santri lain.

Konsep menghafal di lembaga ini adalah hafal langsung mutqin, artinya santri tidak diijinkan menambah hafalan baru sebelum ayat-ayat yang sudah dihafal berstatus mutqin. Melalui tasmi' inilah santri membuktikan bahwa dirinya layak menambah hafalan baru.

Menurut Wawan, salah satu pengajar di Griya Quran Baitul Muslim, metode tersebut dipilih karena maraknya fenomena ditengah para penghafal Al Quran mengalami kelupaan terhadap ayat-ayat yang pernah dihafal.

"Banyak para penghafal Al Quran lupa terhadap ayat-ayat yang pernah dihafal, sebabnya karena mereka terlalu bersemangat menghafal namun lupa mengikat hafalannya. Akhirnya apa yang sudah dihafal jadi hilang semua," papar pria yang akrab dipanggil Ust. Wawan ini.

Llebih lanjut Ust. Wawan menjelaskan, "Rasulullah sudah memberi peringatan bahwa Al Quran akan hilang lebih cepat dari Unta yang tidak diikat. Maka sudah semestinya peringatan ini menjadi perhatian kita semua," pungkasnya.

Diakhir penjelasannya beliau mengatakan, "Griya Quran Baitul Muslim membatasi hafalan santri hanya satu juz. Artinya jika santri tersebut sudah menyelesaikan satu juz, mereka tidak boleh melanjutkan ke juz yang baru sebelum ditasmi' (membacakan hafalan) dihadapan santri-santri yang lain."


Subscribe to receive free email updates: